PTKIN dan Perlawanan terhadap Gengsi Pendidikan

Fi fita

Fi fita

Bandar Lampung

13 Februari 2026 08:00 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN RIL, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I. Foto: istimewa
Rilis ID
Sekretaris Lembaga Penjaminan Mutu UIN RIL, Dr. Fathul Mu’in, M.H.I. Foto: istimewa

RILISID, Bandar Lampung — SETIAP musim penerimaan mahasiswa baru tiba, satu pemandangan yang hampir selalu sama kembali muncul.

Media sosial dipenuhi tangkapan layar pengumuman kelulusan, baliho kampus bergengsi bermunculan dan obrolan keluarga tak lepas dari satu pertanyaan klasik: masuk PTN mana?

Di balik hiruk-pikuk itu, tersimpan satu persoalan yang jarang disadari, tetapi diam-diam mengendalikan pilihan banyak orang gengsi pendidikan. 

Dalam logika gengsi ini, PTN umum ditempatkan di puncak piramida prestise, sementara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) kerap diposisikan sebagai alternatif, cadangan, atau bahkan “pelarian”.

Pandangan semacam ini sudah begitu mapan hingga sering diterima tanpa perlawanan.

Padahal, jika ditelaah lebih dalam, gengsi pendidikan justru menutup mata kita dari pertanyaan yang jauh lebih penting: untuk apa sebenarnya kita kuliah?

Gengsi Kalahkan Kesadaran

Bagi sebagian orang, memilih kampus bukan lagi soal kecocokan minat, bakat, atau nilai hidup, melainkan soal pengakuan sosial.

Nama kampus dijadikan simbol keberhasilan, bahkan sebelum proses belajar benar-benar dimulai.

Tak jarang, seseorang merasa “naik kelas” hanya karena lolos ke kampus tertentu, meski tidak sepenuhnya memahami apa yang akan ia pelajari di sana.

Menampilkan halaman 1 dari 7
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Uin ril

universitas Islam Negeri lampung

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya