Seminar Internasional, ini Kata Lima Narasumber di APCAME 2021

lampung@rilis.id

lampung@rilis.id

Bandarlampung

3 September 2021 11:56 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Seminar International Conference, The 1st Asia Pacific Conference on Accounting, Managemen and Ekonomics (APCAME) yang digelar secara virtual, Kamis (2/9/2021). Foto: Humas IIB Darmajaya
Rilis ID
Seminar International Conference, The 1st Asia Pacific Conference on Accounting, Managemen and Ekonomics (APCAME) yang digelar secara virtual, Kamis (2/9/2021). Foto: Humas IIB Darmajaya

“UKM harus mengembangkan kapasitas dinamis, dengan fokus pada kapasitas penyerapan, semangat kewirausahaan, dan budaya adaptif untuk mengembangkan kemampuan organisasi secara efisien, yang mendasar bagi pembelajaran pengetahuan internasional,” kata dia.

Sedangkan Patrick Mcrudden, Ph.D, dari University of The of England United Kingdom, pembicara lainnya menjelaskan beberapa produk dan layanan dikerahkan di seluruh blockchain. Menurut dia, Blockchain membangun komunikasi antar mitra dalam membangun proses yang disederhanakan dengan waktu tunggu yang lebih singkat.

Selain itu, blockchain dapat menjadikan pengurangan redundansi, penundaan yang lebih sedikit, dan pada akhirnya rantai pasokan yang lebih ramping. Hal ini juga memastikan bahwa standar kualitas terpenuhi, memberi penjual lebih banyak kendali atas produksi produk dari A hingga Z.

Sementara, You Paul Lin yang membahas tentang teori tingkat construal dalam pemasaran, mengatakan orang akan memperlakukan bentuk sebagai fitur visual tingkat tinggi dan warna sebagai fitur visual tingkat rendah dari objek dan peristiwa.

“Perhatian terhadap warna relatif terhadap bentuk berkurang seiring dengan bertambahnya jarak temporal ke peristiwa di masa depan,” kata dia.

Di lain pihak, Dr. Mohd Shahidan Shaari, Senior Lecturer, Faculty of Applied and Human Sciences, Universiti Malaysia Perlis, yang membahas tentang Degradasi Lingkungan dari Perspektif Ekonomi, mengatakan penyebaran virus dapat memberikan beberapa dampak terhadap ekonomi, bisnis dan masyarakat.

Hal ini dapat menyebabkan nilai ekspor menurun, tingkat pengangguran meningkat dan pertumbuhan ekonomi menyusut. Selain itu, usaha kecil dan menengah (UKM) juga menjadi korban virus karena sebagian besar dari mereka harus tutup.

“Masyarakat juga menghadapi kebutuhan untuk mengubah persepsi dan perilaku mereka agar terbiasa dengan penegakan pemerintah,” ucapnya. (*)

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

Darmajaya

IIB Darmajaya

Kampus Biru

Mahasiswa

Seminar

rilis

Seminar International

Pelajar

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya