Pria 71 Tahun Ikuti Vaksinasi Lansia: "Untuk Kesehatan Sendiri Kenapa Harus Takut"

Dora Afrohah

Dora Afrohah

Bandarlampung

13 Maret 2021 17:31 WIB
Kesehatan | Rilis ID
Vaksinasi lansia di Puskesmas Gedong Air, Sabtu (13/3/2021). Foto: Dora
Rilis ID
Vaksinasi lansia di Puskesmas Gedong Air, Sabtu (13/3/2021). Foto: Dora

RILISID, Bandarlampung — Puluhan wargalanjut usia (lansia) yang rata-rata di atas 60 tahun, terlihat mengikuti vaksinasi covid-19 di Puskesmas Rawat Inap Gedong Air, Kecamatan Tanjungkarang Pusat, Bandarlampung sejak Sabtu (13/3/2021) pagi.

Menurut Zuniar (61), warga Kelurahan Gedong Air, ia merasa sedikit pegal setelah divaksin namun ia tetap percaya bahwa vaksin ini tidak berbahaya.

“Agak sedikit pegal ditangan yang habis disuntik, tapi tidak apa-apa saya yakin pemerintah tidak mungkin membahayakan rakyatnya sendiri. Sebelum divaksin saya agak khawatir kalau pergi, tapi setelah divaksin ini saya lebih percaya diri,” ungkapnya.

Lain halnya dengan Ahmad Rusli (71) warga RT 10 Lingkungan II, Kelurahan Gedong Air ini tidak merasakan efek apapun setelah di vaksin. Ia justru sangat menantikan momen ini.

“Setelah divaksin saya merasa normal-normal saja. Pemerintah sudah menjelaskan secara detail dan bidang agama juga sudah menghalalkan vaksin yang akan diberi ke masyarakat. Justru saya tunggu-tunggu kapan waktunya lansia divaksin, untuk kesehatan saya sendiri kenapa mesti takut,” papa Rusli.

Mereka juga mengajak para lansia yang belum di vaksin untuk segera mendatangi puskesmas.

“Barangkali orang lansia tergantung pada anak-anaknya juga. Kalau anak-anaknya menganjurkan dan mengantarkan, saya rasa orang lansia tidak takut,” ungkap Rusli lagi.

Sementara, menurut Titin Agustin, Kepala Puskesmas Gedong Air, sudah sekitar 200 orang lansia yang divaksin.

“Targetnya mencapai 3.500 orang. Kami berharap seuruh lansia bisa divaksin dan segera datang ke puskesmas terdekat,” ungkapnya kepada Rilislampung, Sabtu siang.

Sebelum divaksin, mereka mengikuti prosedur resmi vaksinasi. Yakni pemeriksaan kesehatan. Mereka diberikan formulir untuk menulis data pribadi serta riwayat penyakitnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Andry Kurniawan
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya