PIT dan HATHI Masuki Hari Kedua: Pengembangan Teknologi Sumber Daya Air

Fi fita

Fi fita

Bandarlampung

26 Agustus 2023 22:20 WIB
Pendidikan | Rilis ID
Sejumlah tokoh penting dalam bidang sumber daya air dan perubahan iklim, hadir di acara PIT dan HATHI. Foto : Humas Unila.
Rilis ID
Sejumlah tokoh penting dalam bidang sumber daya air dan perubahan iklim, hadir di acara PIT dan HATHI. Foto : Humas Unila.

RILISID, Bandarlampung — Pertemuan Ilmiah Tahunan (PIT) ke-40 dan Kongres ke-14 Himpunan Ahli Teknik Hidraulik Indonesia (HATHI), telah memasuki hari kedua.

Acara yang berlangsung sejak tanggal 25 Agustus 2023, dihadiri sejumlah tokoh penting dalam bidang sumber daya air dan perubahan iklim.

Tema utama yang diangkat dalam acara ini adalah “Pengelolaan Sumber Daya Air untuk Meningkatkan Ketahanan dalam Menghadapi Perubahan Iklim untuk mencapai Pembangunan Berkelanjutan”.

Tema ini sangat relevan, mengingat tantangan yang dihadapi Indonesia dalam mengelola sumber daya air, semakin penting dalam menghadapi perubahan iklim yang semakin serius.

Sejumlah tamu kehormatan hadir dalam acara ini, termasuk perwakilan dari pemerintah seperti Menteri PUPR yang diwakili oleh Sekretaris Jenderal, Bapak Ir. Muhamad Zainal Fatah, serta Plt. Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, Bapak Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng. Para direktur di lingkungan sumber daya air dan Inspektur Jenderal PUPR juga turut hadir.

Dalam keynote speech, Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN. Eng, mengingatkan tentang seriusnya dampak perubahan iklim di Indonesia.

Hal ini mencakup perubahan temperatur harian, pola curah hujan, tinggi muka laut, dan fenomena iklim seperti El Niño dan La Niña. Semua ini berdampak besar pada sektor-sektor penting seperti kesehatan, pertanian, dan ekonomi.

Prof. Lusi juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya air yang terpadu dalam mengurangi risiko banjir dan bencana alam lainnya.

“Indonesia, dengan beragam potensi bencana geologi seperti tsunami, gempa bumi, gunung meletus, tanah longsor, dan banjir, memerlukan upaya serius dalam manajemen bencana.” ujarnya, Sabtu (26/8/2023).

Pentingnya sistem peringatan dini, juga diangkat dalam pidato tersebut. Peningkatan resiliensi masyarakat dan upaya mitigasi dampak bencana adalah kunci dalam menghadapi bencana alam yang semakin sering terjadi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Agus Pamintaher
Tag :

Unila

universitas lampung

mahasiswa unila

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya