Menpar Prediksi Raih Pemasukan Rp3 Triliun dari Wisman di Asian Games
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, memperkirakan pemasukan dari belanja atlet, official dan penonton mancanegara sekitar RP3 triliun selama pergelaran Asian Games 2018. Jumlah wisatawan mancanegara tersebut berasal dari 170 orang peserta dan penonton.
"Target Wisman sebanyak 170.000 orang terdiri dari atlet 10.000, official 5.000, media 5.000, penonton 150.000," kata Menpar Arief saat diskusi di kantor Bappenas, Jakarta, Minggu (29/7/2018).
Arief mengatakan, pendukung delegasi Asian Games terbanyak kemungkinan berasal dari Malaysia, yakni 45.148, kemudian Singapura 30.813 dan Cina 26.605 orang. Menurut Arief, jumlah itu belum termasuk atlet dan official.
Arief menghitung, devisa dari penonton disumbang melalui 150.000 orang dengan belanja selama 18 hari sebesar 1.200 dolar Amerika Serikat (AS), sehingga devisa yang diharapkan mencapai 180 juta dolar AS.
Kemudian pengeluaran official 20.000 orang dengan pengeluaran selama 18 hari 2.500 dolar AS, sehingga total belanja diperkirakan 50.000.000 dolar AS.
"Pengeluaran tersebut berasal biaya hotel, wisma atlet, transportasi, makan minum, souvenir dan lainnya," ujar dia.
Menpar Arief menuturkan, tinggal 20 hari jelang pembukaan Asian Games 2018, kesiapan akomodasi dari hotel, wisma atlet dan homestay semakin baik. Okupansi hotel sudah penuh untuk Agustus hingga September mendatang.
"Jumlah penginapan di Jakarta yang disediakan untuk menunjang Asian Games, Hotel 614, Wisma Atlet 7 dan Homestay 46," tuturnya.
Arief mengungkapkan, Kemenpar telah melakukan pameran promosi Asian Games melalui berbagai cara. Di anatranya, ungkap dia, yakni melalui promosi hampir di semua media baik dalam maupun luar negeri.
Tidak hanya itu, menurut Arief Yahya, Kemenpar juga mendukung Parade Asian Games di Jakarta, Palembang, Jogja, Banten, dan Jabar. Pihaknya, lanjut dia, juga telah menjual 7 destinasi utama wisata bagi pengunjung Asian Games mulai dari Jakarta, Jawa Barat, Palembang, Jateng-Yogyakarta, Jatim, dan Bali.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
