Mengenal Taman Hamtebiu, di Balik Keindahannya Tersimpan Cerita Duka
Anton Suryadi
Lampung Barat
Dampak gempa pun masih terasa sampai 40 kilometer dari ibu kota Kabupaten Lambar saat itu.
Karena banyaknya korban yang meninggal, ditambah situasi penduduk yang masih panik dan trauma serta takut adanya gempa susulan, penanganan korban meninggal saat itu dilakukan secara masal.
Hamtebiu menjadi saksi bisu duka yang dialami warga akibat gempa dan digunakan untuk memandikan jenazah.
Setelah dimandikan, jenazah ditumpuk dengan menggunakan alat berat, lalu dimasukkan ke dalam kolam Hamtebiu.
Baru kemudian dikubur secara massal di lokasi sekitar, tepatnya sekitar 200 meter di atas Taman Hamtebiu yang masih satu lokasi dengan RSUD Alimudin Umar yang saat itu masih bernama RSUD Liwa.
Selama puluhan tahun hingga era tahun 2000-an, Hamtebiu masih terbengkalai dan menyisakan kisah pilu dari warga Lambar.
Banyak cerita dari masyarakat yang mengatakan, Hamtebiu jadi lokasi yang angker dan menyeramkan. Apalagi ditambah berbagai cerita mistis yang menambah kesan seram Hamtebiu.
Ada warga yang mengatakan, jika di dalam kolam Hamtebiu terdapat sosok ular besar yang menjadi penunggu Hamtebiu.
Bahkan pernah Hamtebiu coba dikeringkan dengan menggunakan mesin penyedot air. Namun anehnya, air Hamtebiu tidak bisa habis meski disedot dengan empat mesin sekaligus.
Kini, Hamtebeiu telah berubah wajah, apalagi sejak kepemilikan Hamtebiu pindah tangan menjadi aset Pemkab Lambar.
Sejarah Taman Hamtebiu
destinasi wisata
Lampung Barat
Hamtebiu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
