Mengenal Taman Hamtebiu, di Balik Keindahannya Tersimpan Cerita Duka
Anton Suryadi
Lampung Barat
Di kala itu air Hamtebiu sangat jernih dengan pinggiran yang dangkal dan berpasir.
Karena itu, selain untuk mandi cuci, masyarakat juga kerap memanfaatkannya untuk berenang dan memancing ikan.
Namun, pada tahun 1994 terjadi bencana gempa bumi yang cukup dahsyat. Sehingga, memporakporandakan Kota Liwa dan sekitarnya.
Musibah itu terjadi pada tanggal 16 Februari pukul 00.30 WIB. Saat itu warga tengah menjalani ibadah puasa Ramadan.
Pasca musibah gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter, Hamtebiu yang juga ikut terdampak mulai jarang digunakan warga.
Bukan hanya menimbulkan kerusakan yang cukup signifikan, bencana itu juga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa yang tidak sedikit.
Berdasar laporan, hampir semua bangunan permanen di Liwa rata dengan tanah.
Tak kurang dari 196 jiwa berasal dari beberapa pekon dan kecamatan dilaporkan tewas.
Kebanyakan korban meninggal karena tertimpa reruntuhan bangunan. Sedangkan jumlah korban yang terluka mencapai 2 ribuan orang.
Kerusakan bangunan cukup parah. Penduduk yang kehilangan tempat tinggal hampir mencapai 75 ribu.
Sejarah Taman Hamtebiu
destinasi wisata
Lampung Barat
Hamtebiu
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
