Mahasiswa Itera Edukasi Warga Desa Pancabakti Membuat Ramuan Rempah Jadi Obat Diabetes
Tampan Fernando
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Mahasiswa Prodi Farmasi Institut Teknologi Sumatera (Itera) menggelar sosialisasi dan edukasi tentang pemanfaatan rempah-rempah untuk mengatasi penyakit diabetes.
Kegiatan ini merupakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) mahasiswa Itera di Desa Pancabakti, Kabupaten Pesawaran, Senin 20 November 2023.
Pada kegiatan ini, masyarakat Desa Pancabakti diedukasi tentang manfaat rempah-rempah sebagai obat alternatif untuk diabetes. Seperti sereh, jahe dan kayu manis.
Ketua kelompok Mahasiswa Itera, Meisya Umihany menjelaskan berbagai rempah ini mudah didapatkan dan bisa diolah menjadi teh celup dan air rebusan. Lalu dikonsumsi untuk mengontrol tingkat gula darah.
Para peserta yang terdiri dari ibu-ibu PKK, tenaga kesehatan dan aparatur desa pun tampak antusias mendengarkan penjelasan dari mahasiswa.
“Sosialisasi dilakukan sebagai bentuk peran mahasiswa dalam menjalankan kuliah pelayanan kefarmasian, dan menyampaikan penyuluhan yang berkaitan dengan penyakit diabetes, faktor risiko, dan dampaknya,” jelas Meisya.
Sosalisasi diawali dengan pemaparan materi mengenai penyakit diabetes dan hasil survei yang dilakukan di Kabupaten Pesawaran terkait penderita diabetes.
Dimana pada tahun 2022 ada 3.376 orang penderita diabetes, di tahun 2023 menjadi 3.628 orang. Artinya dalam setahun ada kenaikan sekitar 300 orang.
Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab kepada masyarakat mengenai penyakit diabetes. Para mahasiswa lalu menggelar demonstrasi produk agar masyarakat dapat membuat ramuan sendiri dengan mudah.
“Kami melakukan demonstrasi pembuatan produk rebusan sereh, jahe dan kayu manis oleh anggota kelompok dengan dua warga terpilih sebagai sukarelawan untuk membuat produknya,” ujarnya.
mahasiswa Itera
Prodi Farmasi
desa pancabakti
pesawaran
Itera
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
