Klaster Lapas di Lampung Makin Mengkhawatirkan, Total Sudah 94 Orang Positif Covid-19
Dora Afrohah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Setelah 88 orang narapidana dan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1A Rajabasa Bandarlampung terpapar covid-19, jumlah terkonfirmasi positif dari klaster Lapas itu kembali bertambah. Pada Senin (24/5/2021) siang, jumlahnya bertambah 6 orang, sehingga total kini menjadi 94 orang.
Jumlah itu didapat setelah dilakukan kembali tes cepat massal di Lapas Rajabasa kepada 171 narapidana dan pegawai lapas.
Jumlah itu menurut tim medis kemungkinan bisa bertambah, karena masih ada sekitar 228 orang lagi yang belum diketahui hasil tesnya.
“Akan dilanjutkan pemeriksaan terhadap 160 orang. Mudah-mudahan hari ini selesai,” ungkap Kepala UPT Puskesmas Rajabasa Indah Sunarto kepada para jurnalis yang menanti di luar lapas.
Sementara menurut Kepala Lapas Rajabasa Maizar, penyebaran covid-19 di dalam Lapas kemungkinan berasal dari makanan yang dikirim pihak keluarga.
“Semua narapidana yang positif covid-19 sudah dikarantina di Blok B2 yang dikosongkan khusus untuk isolasi mandiri,” ungkap Maizar
Langkah selanjutnya untuk meminimalisir penyebaran covid-19, lanjut Maizar, pihak lapas akan melakukan tes massal kembali kepada seluruh narapidana dan pegawai. Maizar juga sudah meminta tambahan alat rapid tes, karena jumlah narapidana seluruhnya mencapai 1.014 dan pegawai berjumlah 170 orang.
Berita Terkait Baca: Klaster Baru di Lampung, Puluhan Napi dan Pegawai Lapas Rajabasa Positif Covid-19
Sebelumnya, Maizar membenarkan bahwa sekitar 88 narapidana dan 3 pegawai Lapas dinyatakan positif covid-19. Kondisi itu membuat adanya klaster baru di Lampung, yakni klaster Lapas. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
