Kisah Alumni Universitas Teknokrat Ayu Oktasari: Dari Asdos, Pegawai Swasta hingga ASN
Segan Simanjuntak
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Meraih cita-cita setinggi langit memang menjadi impian semua orang. Namun, hal itu tidak mungkin bisa dicapai tanpa dibarengi ilmu pendidikan dan kerja keras.
Seperti yang dilakukan Ayu Oktasari, lulusan Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia (UTI).
Ayu mengaku memiliki banyak kesan selama kuliah di Kampusnya Sang Juara. Dia juga aktif dalam berbagai kegiatan kampus.
”Selama kuliah di UTI tentu sangat memuaskan mas, banyak sekali pengalaman dan ilmu yang diperoleh, mulai dari akademik maupun nonakademik,” kata wanita kelahiran 7 Oktober 1996 ini kepada Rilisidlampung, Jumat (11/6/2021).
Dia mengungkapkan tenaga pengajar UTI tergolong cakap dan ramah terhadap mahasiswanya sehingga membuat suasana perkuliahan semakin terasa hidup.
”Selama di bangku perkuliahan, dosen-dosennya enak bisa membuat mahasiswanya aktif selama perkuliahan berlangsung. Belum lagi ditambah dengan fasilitas yang serba terkomputerisasi jadi menarik untuk dipelajari,” ujar ibu beranak satu ini.
Tak hanya perkuliahan, Ayu pun ikut tergabung dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Sistem Informasi (Hima SI) hingga akhirnya direkomendasikan sebagai asisten dosen (asdos).
”Di semester tiga, alhamdulillah saya dapat rekomendasi menjadi asisten dosen. Jadi selain belajar menjadi mahasiswa, saya juga belajar mengajar di UTI,” tuturnya.
Setelah menamatkan diri di UTI pada 2017, Ayu langsung diterima kerja di main dealer Tunas Dwipa Matra sebagai staf CRM (Customer Relationship Management) sebelum akhirnya pindah ke PT Persada Lampungraya.
”Saya berhenti dari Persada karena saya lulus menjadi CPNS 2020 di formasi Sistem Informasi Pengelola Kepegawaian di Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kabupaten Lampung Timur (Lamtim),” ucap warga Perumahan Pubian Lestari Metro ini.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
