Ketua IDI Bandarlampung: Ada Kemungkinan Pasien Covid-19 dengan Happy Hypoxia di Lampung
Dora Afrohah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Meski varian covid-19 yang disebut happy hypoxia sudah dibahas sejak pertengahan 2020 lalu, namun justru baru-baru ini mulai menjadi fokus. Padahal, varian baru itu juga tidak bisa dianggap remeh.
Menurut dr Aditya selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Bandarlampung, sebenarnya happy hypoxia sudah banyak dialami oleh pasien paru.
“Namun jarang yang berujung kematian karena mereka sudah mendapatkan penanganan sejak awal,” kata Aditya pada Rilisid Lampung, Kamis (20/5/2021).
Aditya juga menjelaskan, pasien covid-19 dengan happy hypoxia tidak akan merasakan gejala apapun, bahkan pasien tetap bisa beraktifitas seperti biasa.
“Namun tanpa disadari mereka mengalami happy hypoxia, karena varian itu bisa didapat pada pasien positif covid-19, pasien dengan usia lanjut, dan pasien yang memiliki komorbid (penyakit bawaan),” papar Aditya lagi.
Tindakan yang dilakukan pihaknya, menurut Aditya, jika mencurigai seseorang positif covid-19 baik mereka sudah melakukan tes PCR atau belum, pasien tersebut tetap diwajibkan memeriksa saturasi oksigen dalam darah menggunakan alat oxymeter.
“Saturasi oksigen dalam tubuh yang normal adalah 100. Jika saturasi oksigen seseorang berada di bawah angka 95, maka pasien tersebut wajib dibawa kerumah sakit dan diberi oksigen secepatnya,” saran dokter yang bertugas di PMI Lampung ini.
Oksigen yang diberikan menurutnya dosisnya agak tinggi. Jika untuk pasien normal oksigen yang diberikan 1-2 liter, tapi untuk penderita dengan happy hypoxia butuh perhitungan yang lebih matang.
“Karena memberi oksigen dalam jumlah besar juga tidak baik, namun harus cepat dan tepat. Karena ada kemungkinan pasien covid-19 di Lampung mengalami happy hypoxia atau meninggal karenanya, namun kemungkinan kurang terdeteksi sejak awal,” pungkasnya. (*)
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
