Hibah PKKM, Prodi Teknik Informatika IIB Darmajaya Gelar Bimbingan Teknis Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE dengan Dua Narasumber
lampung@rilis.id
Bandarlampung
“Mahasiswa nanti ketika lulus bisa apa. Artinya disini mahasiswa yang akan lulus bisa apa saja. Baru kita mengorganize kurikulum,” ungkapnya.
Untuk memastikan apa yang dicapai, lanjut dia, jadi desainnya mulai dari garis finis baru ditarik ke belakang.
“Artinya, ketika telah menjalankan OBE sebagai dosen bisa cerita. Dia bisa A, B, C, E dan lainnya. Jadi bukan IPK, transkrip, gelar, dan lain-lain. Jadi bisa apa lulusan Prodi Teknik Informatika ketika lulus,” tuturnya.
Wawan–biasa dia disapa–menerangkan OBE sistem pendidikan yang mempunyai capaian pembelajaran eksplisit dan tampak jelas, asesmen selaras dengan capaian pembelajaran, pembelajaran dan lingkungan selaras dengan capaian pembelajaran, infrastruktur dan daya dukung yang membuat ketiganya terjadi.
“Seorang lulusan harus mempunyai problem solving, mengimplementasi solusi, dan didukung oleh komunikasi lisan serta tulisan. Memiliki etika, siap jadi leader dan member, dan kerja tim. Kemampuan programming serta teori ilmu komputer,” jelasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Azkario Rizky Pratama, S.T., M.Eng., menerangkan dalam penyusunan yang utama dibutuhkan komitmen.
“Yang penting kita memiliki komitmen dan memang gerakan perubahan itu tidak langsung begitu saja. Sudah bergerak harus tetap bergerak karena untuk kemajuan dari prodi kedepannya,” ucap dia setelah memberikan review presentasi kelompok dosen Prodi Teknik Informatika. (*)
Hibah PKKM
Prodi Teknik Informatika
IIB Darmajaya
Bimbingan Teknis Revitalisasi Kurikulum Berbasis OBE
Narasumber
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
