Dosen dan Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Implementasikan Sistem Kandang Sapi Cerdas Berbasis Internet of Things
Sulaiman
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Tim Dosen dan Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) melakukan uji coba alat untuk Sistem Kandang Sapi Cerdas berbasis Internet of Things (IoT) di PT Indo Prima Beef (PT IPB) Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah, Sabtu (10/9/2022)
Alat yang diciptakan ini merupakan salah satu hasil dari penelitian produk vokasi yang didanai oleh Kemendibudristek RI tahun 2022-2023.
Sistem Kandang Sapi Cerdas merupakan sebuah alat untuk melakukan monitoring pertumbuhan sapi secara real-time yang dikontrol menggunakan IoT.
Selain itu, tim peneliti juga menciptakan alat berupa sistem pakan ternak secara otomatis dan terjadwal sehingga dapat meringankan biaya operasional pakan bagi pihak industri.
Tidak hanya di PT IPB saja, kedepannya teknologi ini akan diterapkan juga kepada para peternak sapi di Provinsi Lampung dengan harapan dapat meningkatkan produktivitas pertumbuhan sapi.
Alat yang dibuat memanfaatkan RFID dan eartag yang terpasang pada telinga sapi dan menggunakan RFID reader untuk melakukan pendataan identitas sapi secara otomatis.
Kemudian data sapi tersebut akan masuk secara otomatis ke dalam aplikasi untuk monitoring berat badan sapi yang dikontrol setiap bulannya.
Teknologi ini dapat membantu pemantauan berat badan sapi secara otomatis, sehingga jika ada sapi yang berat badannya tidak sesuai dengan target maka akan terdapat warning yang dapat menjadi keputusan tindakan selanjutnya bagi pihak PT IPB.
Tim Peneliti yang terlibat pada kegiatan ini terdiri dari, ketua tim sekaligus Kaprodi D3 Sistem Informasi Akuntansi Heni Sulistiani, M.Kom. Tim Pengembang Alat IoT Dr.Si. Dedi Darwis, M.Kom., dan Selamet Samsugi, M.Eng.
Kemudian, Tim Pengembang Aplikasi Ade Surahman, M.Kom., dan Auliya Rahman Isnain, M.Cs.
Universitas Teknokrat Indonesia
Kandang Sapi
Berbasis Internet of Thingsn
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
