Dipenuhi Wisatawan Asing, Begini Kemeriahan Imlek di Manado
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wisatawan mancanegara asal Cina dan Singapura berbondong-bondong memenuhi Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut) untuk merayakan Imlek 2569 ini. Belasan ribu wisman yang berasal dari Shenzhen, Pudong, Changsa, Xiamen, Guangzhou dan Singapura itu berbaur menjadi satu dengan warga lokar untuk merayakan Imlek di Pecinan Manado.
“Sehari sebelum Imlek ada 675 wisman Cina yang landing di Manado. Subuh tadi ada dua lagi charter flight dari Cina yang landing. Imlek di Manado sangat meriah. Full wisman,” kata Ketua task force pariwisata Sulut Dino Gobel melalui siaran persnya, Jumat (16/2/2018).
Dino mengungkapkan, Manado memang benar-benar meriah dalam merayakan tahun baru Imlek tersebut. Pesta kembang api langsung menyambut warga lokal dan turis turis asing itu yang sudah menunggu sejak kemarin, Kamis (14/2/2018) malam di kelenteng bersejarah Ban Hing Kiong, Manado.
Hingga pukul 23.50, atraksi seni dan budaya ditampilkan secara bergiliran oleh panitia. Ada tarian oriental, lion dance atau barongsai, tabuh tambur, atraksi Wushu dan kereta hias bertemakan Shio Anjing, yang dipersembahkan Pemerintah Manado. Puncaknya ada pada pukul 00.00 malam. Kembang api yang sudah disiapkan warga Tionghoa, meletus bergantian menghiasi langit Manado, yang agak mendung dan bergerimis.
“Ini akan terus berlanjut sampai Cap Go Meh. Pada 21-26 Februari nanti, 400 wisman Xiamen, Tiongkok, malah kesulitan dapat kamar hotel. Semua hotel full,” ujar Dino.
Perkembangan ini membuat Menteri Pariwisata, Arief Yahya makin bersemangat menjadikan Manado sebagai hub pariwisata dari pasar Pasifik, seperti Cina, Hongkong, Makau, Taiwan, Jepang, dan Korea Selatan.
“Atraksi pariwisata di Manado kita acungkan jempol. Makanya kita buat 'Beyond Manado' untuk menjadi hub pariwisata. Silakan merayakan Imlek dan Cap Go Meh di Manado" tandasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
