Diikuti 84 Pengelola, UIN RIL Jadi Tuan Rumah Simposium Nasional AAFI
Fi fita
Bandarlampung
“Sedikit itu indah,” kata Khalid.
Selain simposium, kegiatan tersebut juga akan merumuskan kembali kurikulum pada prodi AFI.
Dr Khalid berharap, pelajaran filsafat tidak hanya diperkenalkan di tingkat perguruan tinggi saja, namun juga pada tingkat Aliyah atau sederajat.
Menurutnya, di negara maju filsafat sudah diperkenalkan di tingkat dasar dan mereka sudah diperkenalkan untuk berpikir kritis.
"Hal itu merupakan upaya kita untuk menangkal radikalisme dengan diperkenalkannya filsafat untuk berpikir kritis,” tandasnya.
Walikota Bandar Lampung Hj Eva Dwiana saat membuka simposium, mengucapkan selamat datang kepada peserta simposium nasional dari seluruh penjuru tanah air.
Bahkan, Bunda Eva berjanji akan memfasilitasi setiap peserta yang ingin tur di seputaran Bandarlampung dengan meminjamkan beberapa unit bus.
“Selamat datang di Kota Tapis Berseri, jika nanti para peserta ingin menikmati wisata alam di Kota Bandarlampung kami akan fasilitasi,” katanya.
Adapun invited speaker kegiatan Simposium Nasional diantaranya, Dr Rana M Salaymah dari Bolu Abant Izzet Baysal University Turkey, Prof H Afif Anshari MAg Guru Besar Ushuluddin UIN Raden Intan, Prof Samsul Rijal MA Guru Besar Filsafat Islam UIN Ar-Raniry Aceh, dan Dr Imam Iqbal SFIl I MSi.(*)
UIN RIL
simposium
AAFI
PTKI
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
