Dampak Stockpile Batubara: Warga Batuk Parah, Tangkapan Nelayan Turun
Muhaimin Abdullah
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung
— Warga yang terkena dampak dari stockpile batubara di Provinsi Lampung, mengeluhkan debu yang bertebaran dari tempat tersebut.
Salah satu warga Kelurahan Way Lunik, Panjang, Bandarlampung, Yusuf, menyampaikan awalnya ia tidak mengetahui adanya stockpile tersebut.
"Saya sudah bersihin meja, tapi kok debunya ada lagi terus," katanya saat menghadiri diskusi yang diadakan Walhi di Taman Kopi, Jumat (27/5/2023).
Selain itu, Yusuf menyampaikan dirinya sudah mulai merasakan batuk yang cukup parah mulai dari Oktober 2022.
Yusuf menerangkan perusahaan stockpile tersebut membagikan sembako untuk memenangkan warga sekitar.
Sementara itu, Suwandi salah seorang nelayan di Panjang mengaku tangkapannya turun drastis semenjak stockpile tersebut didirikan.
"Kami kalo mencari ikan harus ke tengah dulu, yang biasanya enggak terlalu jauh ini agak jauh," tuturnya.
Suwandi menerangkan kalau ikan yang bergeser tersebut dikarenakan proses bongkar muat dan beberapa batubara jatuh ke laut.
"Jadi suhu di pinggir jadi lebih panas, sehingga ikan lebih banyak ke tengah," terangnya.
Menanggapinya, anggota komisi lll DPRD Bandarlampung, Agus Jumadi, mengatakan pihaknya sudah turun ke lokasi-lokasi stockpile.
Stockpile Batubara
WALHI
Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
