Demi Karir Akademik, Ratusan Dosen UIN RIL dan PTKIS Ikut Sosialisasi Aplikasi SISTER
Fi fita
Bandar lampung
Para peserta tersebut merupakan calon guru besar dan calon lektor kepala.
“Tujuan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, baik bagi dosen yang sedang mengusulkan maupun yang sudah (mengusulkan). Harapannya, mereka yang hadir bisa menyebarkan pemahaman ini kepada rekan-rekan lain. Dari UIN RIL sendiri, ada delapan dosen yang sedang dalam proses pengusulan guru besar,” jelasnya.
Kasubdit Ketenagaan Kemenag RI, Muhammad Aziz Hakim, dalam paparannya menekankan pentingnya integritas publikasi.
Ia menyebutkan, berdasarkan regulasi terbaru, jabatan dosen adalah jabatan fungsional yang harus ditempuh secara bertahap sesuai aturan terbaru.
Ia juga mengingatkan pentingnya publikasi bereputasi internasional.
“Kalau dalam tiga tahun guru besar tidak publikasi di Scopus, ada konsekuensi pengembalian tunjangan kehormatan sekitar Rp300 juta. Jadi kewajiban publikasi jangan sampai terabaikan,” katanya.
Sementara itu, Prof. Abdul Mujib membahas prosedur pengajuan jabatan fungsional dosen dan beban kerja dosen (BKD) melalui SISTER.
Pemaparan tersebut termasuk kewajiban laporan kinerja per semester (BKD) dan laporan khusus setiap tiga tahun, kini semuanya terintegrasi dalam sistem.
Melalui forum ini, para dosen diharapkan semakin paham mekanisme SISTER serta tantangan yang menyertainya. Dengan demikian, UIN RIL bersama PTKIS di wilayah Lampung bisa mempercepat lahirnya guru besar dan lektor kepala baru. (*)
Uin
universitas Islam negeri lampung
uin ril
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
