Harga Singkong Anjlok di Kisaran Rp800 per kg, Petani Menjerit !!!
Yulianto
TV-Waykanan
RILISID, TV-Waykanan — Harga karet yang melambung tinggi hingga menembus Rp22 ribu per kilogram (kg) membuat petani di Waykanan tertawa.
Baca: Di Waykanan: Petani Karet Tertawa, Petani Singkong Merana
Sebaliknya, terpuruknya harga singkong yang jatuh di kisaran Rp800 per kg menyebabkan petani merana.
Ya, harga karet di Waykanan tadinya hanya Rp4 ribu per kg. Namun semenjak beberapa bulan belakangan terus meroket.
Naiknya harga karet ini menjadi angin segar di tengah pandemi yang melumpuhkan hampir semua sektor perekonomian.
Wajar kalau Sukirno (56), salah satu petani karet di Kampung Umpu Bhakti, Blambanganumpu, Waykanan, merasa bersyukur.
”Alhamdulilah harganya naik, jadi bisa untuk memenuhi kebutuhan. Bisa dibagi-bagilah hasilnya. Tadinya dengan harga Rp4 ribu, mau beli garam saja sulit,” papar Sukirno, Rabu (17/3/2021).
Dia berharap harga karet stabil sehingga benar-benar membantu perekonomian petani di Waykanan. Konsumen karet, Edi Mulyono, di Kampung Umpu Bhakti menyatakan, kenaikan karet sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Harga tertinggi Rp22 ribu per kg untuk karet kering.
”Rata-rata kualitas karet petani di sini kadar air masih tinggi atau sering kita sebut timbang mingguan. Harganya Rp9 ribu-13 ribu per kg. Tergantung kualitas,” paparnya.
Namun kegembiraan ini tak dirasakan petani singkong. Suyono (59), warga Kampung Umpu Bhakti, menyatakan ubi kayu masih Rp800 per kg.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
