Sepakat Ciptakan Kampanye Damai di Pilgub Lampung
Sulaiman
Bandarlampung
tambahnya. Iskardo juga mengibaratkan Pilgub Lampung 2024 sebagai pertandingan sepak bola yang bersifat head-to-head, mengingat hanya ada dua pasangan calon yang bertarung.
Menurut Iskardo, falsafah hidup masyarakat Lampung, yaitu Piil Pesenggiri dan Nemui Nyimah, menjadi modal sosial yang kuat untuk menciptakan pilkada yang aman dan damai.
Falsafah ini mengandung makna sopan santun dan kemurahan hati, yang menjadi landasan penting dalam berpolitik dan berdemokrasi.
Senada dengan hal tersebut, Kapolda Lampung Irjenpol Helmy Santika menyatakan bahwa tahapan pendaftaran hingga pengundian nomor urut pasangan calon telah berjalan aman dan kondusif.
"Mari kita jaga keamanan dan ketertiban bersama, jangan biarkan isu provokatif merusak persatuan. Polda Lampung akan bekerja optimal agar tahapan pemilihan di Lampung berjalan dengan baik," ujar Helmy.
Ia juga mengingatkan pentingnya netralitas, khususnya bagi aparatur negara, serta menolak politik identitas, SARA, dan kampanye hitam.
Pj. Gubernur Lampung, Samsudin, turut memberikan apresiasi atas pelaksanaan deklarasi ini.
"Ini merupakan wujud komitmen kita bersama untuk menjaga pilkada yang damai, jujur, dan adil. Kita harus menjunjung tinggi sportifitas hingga hari H pada 27 November 2024," tegasnya. (*)
Kampanye Damai
Pilkada 2024
Bawaslu Lampung
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
