Jaga Netralitas, PWI Mesuji Warning Anggota Masuk Timses Calon Bupati Wajib Cuti
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Organisasi Pers terbesar di Indonesia yakni Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), terus mengedukasi dalam hal pemilihan kepala daerah (pilkada).
Salah satunya dengan terus menjaga netralitas organisasi dalam pesta demokrasi tersebut.
Salah satu contoh yakni PWI Kabupaten Mesuji yang menerima surat pengunduran diri anggota dari kepengurusan, karena terlibat dalam tim kampanye salah satu calon bupati dan sebagai pengawas pemilu.
Sampai Selasa (24/9/2024), terdapat enam orang anggota PWI Mesuji yang mengajukan cuti dari organisasi karena terlibat langsung dalam pesta demokrasi tersebut.
Keenam anggota tersebut : Alzoni (penasehat), M. Ridwan Anas (anggota), Naibi dan Rahmad Efendi.
Mereka mengajukan cuti karena berada dalam timses cabup-cawabup Kabupaten Mesuji Tahun 2024.
Sedangkan Ishar dan Bahlia Kotan lebih dulu cuti karena menjadi panwascam.
Sekretaris PWI Kabupaten Mesuji, Nara Sukarna, kembali mengingatkan kepada seluruh anggota PWI agar dapat menjaga netralitasnya dalam perhelatan pesta demokrasi 2024 di Mesuji.
"Terlebih saat ini masuk kampanye, kita ada Peraturan Dasar Peraturan Rumah Tangga (PD PRT) dan kode etik jurnalistik PWI. Setiap anggota harus netral, bebas dari partai politik," katanya, di Kantor PWI Mesuji, di Brabasan, Tanjung Raya.
"Ya, kami tegaskan, seluruh anggota PWI Mesuji, tetap menjaga netralitas di masa pilkada ini. Apabila ada anggota yang terlibat langsung dalam politik praktis, seperti tim sukses maupun tim pemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Mesuji, maka harus cuti. Jika tidak, akan diperingatkan dan jika tetap tidak mengindahkan akan berjalan sanksi organisasi," tegasnya.
Pilkada 2024
timses
PWI Netral
Kabupaten Mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
