Tim Pendukung Capres Saling Serang di Medsos, Ternyata Ada Kerugian loh...
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo Madura Surokim Abdussalam menilai, saling serang di media sosial antar pendukung Capres-Cawapres membuat respek masyarakat semakin menurun. Dia meminta agar masing-masing pendukung tidak membabi buta dalam membela capres mereka.
"Para pendukung capres yang terus berolok-olok itu menunjukkan defisit respek, mereka kehilangan modal politik dan tidak sedang membangun peradaban bermartabat kecuali hanya ingin menyanjung tuannya menjadi pendukung fanatis buta tanpa belajar untuk menengang yang lain," katanya, Selasa (9/10/2018).
Menurut dia, para pendukung harus bisa menahan diri agar konflik kaget itu tidak menjadi membesar. Pilpres, lanjutnya, harus berlangsung teduh tanpa saling menghujat.
"Menyadari bahwa kita ini hidup bersama dan akan menperbaiki negara ini bersama sama. Jika situasi ini terus berlangsung maka potensi konflik kekerasan itu akan semakin masif dan membahayakan bangunan politik kita bersama," tambahnya.
Surokim meminta agar elite di koalisi Capres bisa mengingatkan para pendukung mereka. Menurutnya, berpolitik harus mengedepankan santun dan rasional.
"Menurut saya harus ada usaha terus menerus dari elite utk mengingatkan terus tanpa lelah kepada pendukung fanatis buta itu agar kembali bisa merajut respek kepada sesama anak bangsa kendati berbeda pilihan," tambahnya.
"Elite harus bisa mengendalikan diri dan menjadi contoh dan tidak terjerumus menjadi sumbu2 pematik kebakaran yang meluas. Elite harus bisa menjadi pemadam kepanasan agar juga bs memeroleh respek publik. Saatnya elite kembali memerjuangkan nilai itu dan komitmen untuk merajut kembali respek yang mulai hilang dan defisit itu," pungkasnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
