Tiga Kader Perebutkan Rekomendasi
Anonymous
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Tiga kader PDI Perjuangan bertarung memperebutkan restu Ketua DPP PDI Perjuangan Megawati Seokarno Putri dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwakot) 2020.
Ketiganya adalah Ketua DPC PDI Perjuangan Bandarlampung yang juga Ketua DPRD Bandarlampung Wiyadi. Kemudian Eva Dwiana dan Tulus Purnomo, yang keduanya tercatat sebagai anggota DPRD Lampung.
Saat diwawancarai di ruang kerjanya, Wiyadi menyatakan siap menanggalkan jabatannya jika mendapat tugas partai sebagai calon Wali Kota Bandarlampung. Diketahui, Wiyadi telah mendaftar sebagai calon Wali Kota Bandarlampung pada Pilwakot 2020. Ia hanya mengikuti penjaringan di PDI Perjuangan.
”Saya siap mundur dari Ketua DPRD Bandarlampung jika partai merekomendasikan saya di Pilwakot. Karena undang-undang memerintahkan seperti itu, bagi anggota legislatif yang maju pilkada, harus mundur,” kata Wiyadi kepada Rilislampung.id, Senin (16/12/2019).
Wiyadi menyatakan, ia juga akan menerima apapun keputusan partai. Ia legawa jika memang PDI Perjuangan tidak mengusungnya pada Pilwakot tahun depan.
”Kalau PDIP tidak merekomendasikan, saya tidak akan mencalonkan diri. Saya tunduk dengan perintah partai. Tapi, saya siap jika rekomendasi itu turun ke saya,” tegasnya.
Sementara, Eva Dwiana enggan bicara banyak saat diminta komentarnya terkait Pilwakot Bandarlampung. Dia hanya meminta didoakan agar mendapat rekomendasi dari DPP PDI Perjuangan.
Bunda Eva-sapaan akrab Eva Dwiana- memastikan, saat ini dirinya terus sosialisasi ke masyarakat dan melakukan lobi-lobi parpol.
”Nanya soal apa? Pilwakot jangan dulu lah ya, tapi kalau soal hari ibu tidak apa-apa, saat ini bunda selalu jalan dan terus terjun ke masyarakat, doain bunda ya,” katanya.
Sementara, Tulus Purnomo sebelumnya sudah menyiapkan 6 M untuk menjadi wali kota. 6 M yang dimaksudnya itu adalah, men, money, mesin, market, media dan momentum.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
