Tiga Kader Perebutkan Rekomendasi
Anonymous
Bandarlampung
Hal itu dikatakan Tulus usai mengikuti fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan bakal calon kepala daerah (balonkada) di kantor DPD PDIP Lampung, Rabu (16/10/2019).
Dijelaskan Tulus, M yang pertama adalah men. ”Men itu adalah, sosok yang akan maju Pilwakot. Laku tidak untuk dijual, itu perlu diperhitungkan,” ujarnya.
Kemudian, lanjut dia, M kedua yaitu money alias uang. Sebab, kontestasi pilkada membutuhkan banyak biaya politik. M ketiga, kata Tulus adalah mesin. Mulai dari mesin pemenangan, seperti partai-partai dan kelompok masyarakat maupun tim yang dibentuk.
”Terus M keempat yakni, market atau pasarnya. Rakyat yang akan memilih ini kan ada klasifikasinya. Maka pendekatannya harus dibedakan,” jelasnya.
Untuk M yang kelima, media. Bagi Tulus ini juga sangat penting. ”Kalau tidak ada rekan-rekan wartawan, saya tidak bisa jadi wali kota,” ujarnya.
Selanjutnya, M yang keenam adalah momentum. Maksudnya, momentum yang tepat.
”Pilwakot sekarang ini, momentum yang tepat bagi saya untuk maju. Sebab saya punya banyak ide-ide, untuk pembangunan Bandarlampung agar lebih baik lagi, kata Tulus. (*)
EDITOR: Wirahadikusumah
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
