Tambahan Amunisi, Demokrat Optimistis Daftarkan Bacaleg
lampung@rilis.id
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Partai Demokrat semakin optimistis meraih kembali kejayaan seperti pada Pemilu 2009 silam. Itu setelah partai besutan SBY ini, mendapatkan tambahan amunisi untuk memperkuat perwakilannya di DPRD Lampung pada Pemilu 2019 mendatang.
Dua anggota DPRD dari Fraksi PKB Midi Iswanto dan Khaidir Bujung, serta satu dari Hanura Yozi Rizal. Kemudian Munzir, mantan anggota DPRD, dan I Wayan Sudiksa juga bergabung.
“Kita terima sahabat kita itu dengan baik, dan sudah dirapatkan dengan partai atas kehadiran kawan-kawan, untuk tambah perjuangan partai Demokrat di Fraksi," kata Sekretaris DPD Partai Demokrat Lampung, Fajrun Najah Ahmad, saat diwawancarai usai menyerahkan berkas pencalonan Bakal Calon legislatif (Bacaleg) di KPU Provinsi Lampung, Selasa (17/7/2018) sekira pukul 13.00 Wib.
Mereka, kata Fajar sapaan akrabnya, sudah menyampaikan, mengajukan pengunduran diri dari partai sebelumnya. "Soal PAW dan lainnya bukan kewenangan partai Demokrat," kata Fajar.
Saat pemilu 2014 yang lalu, dapil Lampung Tengah, Demokrat mendapatkan dua kursi untuk provinsi. "Dengan hadirnya Pak Midi Iswanto kita optimis 3 kursi, karena teman-teman ini punya basis sendiri. Insyaallah akan menambah perjuangan kita di pileg nanti," jelasnya.
Sementara untuk petahana yang tidak mendaftarkan adalah Moses Herman dan Hartarto Lojaya. "Itu atas permintaan sendiri, Moses dan Hartarto, mereka tidak daftar lagi," katanya.
Sedangkan kuota perempuan, Fajar mengklaim melebihi kuota yang disyaratkan yakni mencapai 37 persen.
"Kader perempuan kita maksimalkan. Target kita menang, dan mengembalikan lagi kejayaan partai Demokrat," tegasnya.
Sementara anggota DPRD yang ke DPR RI adalah Imer Darius dan Agus Revolusi.
Menurut Fajar, kehadirannya ditugaskan oleh Ketua DPD Partai Demokrat M. Ridho Ficardo, karena dia belum bisa secara langsung hadir di KPU.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
