Soal Pencalonan JK sebagai Cawapres, Fahri Hamzah: Itu Dipaksa Jokowi
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menduga, Presiden Jokowi memaksa Jusuf Kalla untuk maju lagi sebagai cawapres.
“Pak JK itu dipaksa karena Jokowi binggung mau nyari siapa, karena kalau orang lain susah disepakati. Kalau Pak JK tinggal disepakati. Jadi inisiatif mendorong Pak JK itu yang berkepentingan itu Pak Jokowi. Pak Jokowi binggung mau ngambil calonnya PDIP, Golkar marah, PKB bisa marah partai lain bisa marah,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
“Akhirnya yang paling aman dipilih Pak Jokowi tanpa konflik dari peserta koalisinya hanya Pak JK, akhirnya Pak JK dipaksa maju,” imbuhnya.
Ia juga tak setuju bila Jusuf Kalla menjadi wakil presiden lagi. Ia menyarankan agar Jusuf Kalla berperan sebagai negarawan seperti BJ Habibie.
“Saya setuju Pak JK jangan dipaksa lagi, Pak JK sebaiknya diperankan, mengambil peran negarawan seperti Pak Habibie. Apapun kan masih banyak yang harus dikerjakan. Menurut saya itu tidak baik bagi tradisi kita, bagi demokrasi kita,” tambah Fahri.
Bukan cuma soal itu, sambung politisi PKS itu, tapi niat majunya JK untuk mengamankan Jokowi, mengamankan koalisi.
“Kalau bukan Pak JK kan pecah. Itu yang membuat ini dipaksa, dan saya menyarankan Pak JK lebih baik mengambil peran di balik layar,” sebut Fahri.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
