Soal Capres 2024, Erick Thohir: Jarang-Jarang Presiden dari Sumatera
Dwi Des Saputra
Bandarlampung
RILISID, Bandarlampung — Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik masyarakat yang menginginkan dirinya maju sebagai Calon Presiden (Capres) tahun 2024.
"Kalau apresiasi dari masyarakat masak tidak boleh, yang penting kita kerja saja," ujar Erick usai operasi pasar murah di halaman parkir Balai Pertemuan PTPN VII, Selasa (10/5/2022).
Erick mengaku masih fokus untuk menyelesaikan permasalahan, salah satunya harga minyak goreng yang masih mahal.
"Tidak ada target politik untuk 2024," ujar dia.
Menurutnya, jarang-jarang ada capres dari Pulau Sumatera. Apalagi, yang terpilih menjadi presiden.
Pengamat sejarah, Prof Muchlis Muchtar, menyebut sebenarnya pernah tercatat dua orang presiden dari Sumatera, tepatnya Sumatera Barat. Yakni Sjafruddin Prawiranegara dan Mr Assaat.
Mereka menjabat selama masa revolusi fisik. Meski demikian, nama mereka tidak pernah disebutkan dalam daftar nama Presiden RI.
Sjafruddin pernah menjabat sebagai presiden merangkap menteri pertahanan, penerangan, dan luar negeri ad interim pada Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) dari tanggal 22 Desember 1948 hingga 13 Juli 1949.
Sementara, Assaat pernah dipercaya menjabat pemangku sementara jabatan Presiden pada periode 27 Desember 1949 hingga 15 Agustus 1950. (*)
Erick Thohir
Capres
2024
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
