Sandiaga Uno: Saya Sudah Dipanggil Gubernur
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandia Uno memastikan dirinya sampai saat ini masih sebagai wakil gubernur. Media diminta bersabar dan tidak berspekulasi mengenai isu yang berkembang di masyarakat.
"Betul saya dipanggil Bapak Gubernur (Anies Baswedan) mendiskusikan tugas-tugas saya dan ada juga membicarakan mengenai pemberitaan di luar," kata Sandi kepada wartawan di Balaikota, Jakarta, Kamis (9/8/2018).
"Per hari ini saya masih bertugas di DKI Jakarta. Seadaiaya ada update saya akan sampaikan ke teman-teman media. Saya akan setransparan mungkin sesuai integritas dan profesionalisme yang kita usung," ujarnya.
Sandi berjanji akan segera memberitahu wartawan bila ada perkembangan terbaru. Namun, saat didesak mengenai kepastian sebagai cawapres yang akan diusung Prabowo Subianto, Sandi tak bersedia menjawabnya dan langsung meninggalkan kerumunan wartawan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dikabarkan akan mendeklarasikan bersama Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno sebagai pasangan capres-cawaprres. Deklarasi itu di kediaman Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan.
"Iya (deklarasi Prabowo-Sandi) di Kertanegara," kata sumber yang tak mau disebutkan namanya kepada rilis.id, Kamis (9/8/2018).
Sebelum melakukan deklarasi, mantan Danjen Kopassus itu akan bertemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono.
"Deklarasi pukul 15:00 WIB. Tapi sebelumnya akan bertemu SBY dulu," ucapnya.
Sebelumnya, nama Sandiaga memang menguat menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo Rabu (8/8) malam. Hal itu diungkapkan Wasekjen Demokrat Andi Arief yang menyebut, Sandiaga Uno memberi PAN dan PKS Rp500 miliar untuk mengamankan posisi cawapres.
Namun, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani membantah pernyataan Andi Arief yang menyatakan bahwa Sandiaga Uno telah membayar mahar kepada PKS dan PAN masing-masing senilai Rp500 miliar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
