Rizal Malaranggeng Benarkan Gojo Kirimi Warga Surat
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Koordinator Nasional Relawan Golkar Jokowi (Gojo) Rizal Malaranggeng membenarkan telah mengirim surat kepada warga agar mendoakan Presiden Jokowi bisa terus bekerja dalam memajukan tanah air.
"Iya benar dong, itu tandatanganku asli. Aku lihat di internet, tanda tanganku asli," kata Rizal kepada rilis.id di Jakarta, Rabu (9/5/2018).
Ia menambahkan, surat tersebut dikirim kepada masyarakat tak lain adalah untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Kita menyampaikan salam persahabatan dari Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, kita memperkenalkan dirilah, kita relawan Gojo untuk rakyat Indonesia. Kalau boleh, mohon doa restu juga agar presiden kita bisa terus bekerja memajukan kesejahteraan rakyat," paparnya.
Baca juga: Gojo Kirimi Warga Surat Ajak Doakan Jokowi Dua Periode
Menurut Rizal, kalau Indonesia maju, maka rakyat juga maju. Kalau Indonesia sukses, rakyat Indonesia pasti senang, kalau pemimpin berhasil semua pun ikut tepuk tangan.
Karena surat tersebut adalah untuk mendoakan pemimpin bangsa, dan untuk kemajuan bangsa, ia yakin, surat tersebut tidak akan menimbulkan pro dan kontra.
"Kita mikir kemajuan bangsa, enggak mikir tentang capres dan cawapres. Kita mendoakan agar Presiden Jokowi sukses, berhasil dan bertekad memajukan anak-anak Indonesia dan menjadi kebanggaan kita semua," katanya.
"Orang kalau berbuat baik, ada yang setuju ada yang tidak, seperti cerita Abu Bakar Siddiq yang mau ke Mekah bersama anaknya. Kalau mau berbuat baik, caranya sudah benar dan sopan, lakukan saja," kata Rizal.
Sebelumnya beredar di media sosial surat dari Gojo kepada warga agar mendoakan Presiden Jokowi bisa melanjutkan pekerjaannya untuk periode kedua. Surat tertanggal 30 April itu dikirim oleh Relawan Gojo melalui petugas PT Pos Indonesia kepada masyarakat melalui Ketua RT. Selanjutnya Ketua RT yang akan mendistribusikan kepada setiap warga yang namanya tertera di alamat surat.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
