Prabowo Tak Boleh Ragu Tolak AHY Cawapres
Zulhamdi Yahmin
Jakarta
RILISID, Jakarta — Persaudaraan Alumni 212 mengaku paham atas kebimbangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam memilih cawapresnya. Mengingat, adanya partai besar seperti Demokrat yang akhirnya merapat ke koalisi mereka.
Juru Bicara PA 212, Novel Bamukmin, meminta Prabowo angan sampai ragu untuk tidak memilih Komandan Kogasma Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapresnya.
"Karena memang SBY (Ketum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono) sudah mengatakan bergabung dengan partai-partai koalisi keumatan, tanpa syarat," kata Novel kepada rilis.id, Sabtu (4/8/2018).
Pria yang terkenal dengan sapaan Habib Novel itu mengatakan, ijtimak ulama sudah jelas merekomendasikan nama Ketua Dewan Syuro PKS, Salim Segaf Aljufri dan Ustaz Abdul Somad.
Mereka lah yang patut dipertimbangkan sebagai kandidat cawapres. Jadi, sudah sepatutnya mantan Danjen Kopassus itu mengikuti hasil ijtimak ulama tersebut.
"AHY enggak masuk dalam rekomendasi Rakornas PA 212 serta ijtimak GNPF Ulama," ujarnya.
Dia menilai, tidak munculnya nama AHY dalam ijtimak ulama itu tentunya sudah berdasarkan pertimbangan yang matang. Salah satunya, potensi dukungan umat bila nama AHY dipasangkan sebagai cawapres Prabowo.
"Dan, memang sangat sulit menerima AHY yang berlatar belakang sama dengan Prabowo, yaitu sama-sama pernah di TNI, dan sama sama putra Jawa. Elektabilasnya juga rendah," paparnya.
Sebelumnya, ia juga meminta agar AHY bisa bersabar menunggu lima tahun ke depan untuk menduduki posisi cawapres. Jika nantinya Prabowo terpilih jadi presiden, AHY bisa mulai menapakai kariernya lebih dulu sebagai menteri.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
