Prabowo 'Serang' Jokowi lewat Impor Pangan, TKN: Kritik Kebijakan Sudah Basi

Elvi R

Elvi R

Jakarta

20 Februari 2019 21:02 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

Dia pun menilai jawaban Jokowi tidak relevan, karena menyajikan data impor jagung yang berkurang. Sedangkan data impor bahan pangan strategis lain tidak disebutkan.

"Pak Jokowi justru menjawab dengan data impor jagung yang berkurang, data impor lain tidak dibuka, atau Jokowi tidak menerima dan mengakui adanya impor lain," katanya.

Dari data yang dihimpun rilis.id menunjukkan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) impor beras Indonesia sejak 2013-2018 terus berlangsung dengan skala cukup besar.

Pada 2013, impor beras senilai US$246 juta dengan volume 472,66 ribu ton. Pada 2014, impor senilai US$388,18 juta dengan volume  844,16 ribu ton. Pada 2015 impor senilai US$351,60 juta dengan volume  861,60 ribu ton. Pada 2016 impor senilai US$531,84 juta dengan volume 1,2 juta ton. Pada 2017 impor dengan angka 256.559,6 ton dan nilainya US$119,8 juta. Pada 2018 impor beras sebanyak 2,2 juta ton atau senilai US$1,02 miliar.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya