Prabowo 'Serang' Jokowi lewat Impor Pangan, TKN: Kritik Kebijakan Sudah Basi
Elvi R
Jakarta
Dia pun menilai jawaban Jokowi tidak relevan, karena menyajikan data impor jagung yang berkurang. Sedangkan data impor bahan pangan strategis lain tidak disebutkan.
"Pak Jokowi justru menjawab dengan data impor jagung yang berkurang, data impor lain tidak dibuka, atau Jokowi tidak menerima dan mengakui adanya impor lain," katanya.
Dari data yang dihimpun rilis.id menunjukkan, berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) impor beras Indonesia sejak 2013-2018 terus berlangsung dengan skala cukup besar.
Pada 2013, impor beras senilai US$246 juta dengan volume 472,66 ribu ton. Pada 2014, impor senilai US$388,18 juta dengan volume 844,16 ribu ton. Pada 2015 impor senilai US$351,60 juta dengan volume 861,60 ribu ton. Pada 2016 impor senilai US$531,84 juta dengan volume 1,2 juta ton. Pada 2017 impor dengan angka 256.559,6 ton dan nilainya US$119,8 juta. Pada 2018 impor beras sebanyak 2,2 juta ton atau senilai US$1,02 miliar.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
