Prabowo Diprediksi Kalah bila Dipaksa Berpasangan dengan AHY

Zulhamdi Yahmin

Zulhamdi Yahmin

Jakarta

28 Juli 2018 18:58 WIB
Elektoral | Rilis ID
Pertemuan Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo didampingi AHY. FOTO: Istimewa.
Rilis ID
Pertemuan Ketum Demokrat SBY dan Ketum Gerindra Prabowo didampingi AHY. FOTO: Istimewa.

RILISID, Jakarta — Partai Demokrat disebut-sebut akan terus memaksa Komandan Kogasma, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), untuk menjadi cawapres Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto sebagai syarat koalisi di Pilpres 2019.

Padahal, kata Peneliti di Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK), Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung, Nanang Suryana, pasangan Prabowo-AHY kemungkinan akan sulit mengalahkan Presiden Joko Widodo.

"Pembacaan banyak hasil survei per hari ini masih menempatkan petahana lebih unggul," kata Nanang kepada rilis.id, Sabtu (28/7/2018).

Nanang mengatakan, AHY memang masih belum memiliki rekam jejak di bidang pemerintahan. Namun, menurutnya, hal itu tidak menjadi hambatan bagi Demokrat melalui Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk berupaya menempatkan putra sulungnya sebagai cawapres.

"Sepertinya Demokrat tetap akan berusaha agar kader mereka mendapat posisi kedua," ujarnya.

Dia menilai, pencapresan Prabowo memang menjadi jalan tengah yang bisa diterima oleh sejumlah partai politik. Namun, imbuh dia, pemilihan cawapres yang nantinya akan menentukan menang atau kalahnya mantan Danjen Kopassus itu di Pilpres 2019 nanti.

"Harus diakui nama Prabowo dapat menjadi jalan tengah di antara partai koalisi. Sehingga, pergeserannya, bukan Prabowo atau bukan, tapi siapa cawapres yang akan mendampinginya," pungkasnya.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya