Poros Ketiga Dinilai Masih Berpotensi Terbentuk

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

4 Agustus 2018 19:15 WIB
Elektoral | Rilis ID
Presiden Jokowi bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR RI. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Presiden Jokowi bersama Ketum PAN Zulkifli Hasan yang juga Ketua MPR RI. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada (UGM), Nyarwi Ahmad menilai, poros ketiga di luar koalisi Jokowi dan Prabowo pada pilpres nanti masih berpeluang terbentuk

"Bukan tidak mungkin PKB, PAN, dan PKS bergabung memunculkan poros ketiga, dan mengusung pasangan capres-cawapres sendiri," kata Nyarwi ketika dihubungi wartawan pada Sabtu (4/8/2018).

Karena, PKS dan PAN bisa jadi tidak puas apabila Prabowo dan Gerindra tetap mengambil Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai cawapresnya. Padahal, dua parpol ini juga punya calon sendiri.

Kondisi yang sama juga terlihat pada koalisi Jokowi. PKB bisa keluar dari koalisi bila Jokowi dan PDI Perjuangan tidak mengambil Muhaimin Iskandar (Cak Imin) atau tokoh PKB lainnya sebagai cawapres.

Menurut Nyarwi, sampai saat ini proses transaksi dan kesepakatan politik di antara parpol, baik pengusung Jokowi maupun Prabowo, masih menghadapi problem serupa, yakni terkait sosok cawapres.

Keberhasilan atau kegagalan di masing-masing kubu dalam mengelola persoalan ini akan sangat menentukan tingkat loyalitas dan soliditas parpol-parpol pendukungnya.

"Jadi, sekali lagi, peluang poros ketiga masih ada, kuncinya ada di pimpinan atau tokoh-tokoh kunci di poros Jokowi maupun Prabowo," katanya.

Apabila Mahkamah Konstitusi (MK) nanti mengabulkan gugatan penghapusan presidential threshold, maka koalisi parpol akan jauh lebih cair lagi.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya