Pilgub Jatim, Suara Pemilih Pulau Madura Seksi? 

Sukma Alam

Sukma Alam

Jakarta

8 Februari 2018 17:18 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILISID, Jakarta — Pengamat Politik dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Surokim Abdussalam mengatakan, pertarungan pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno dan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak memperebutkan suara di Pulau Madura bakal bersaing ketat. 

Menurutnya, daerah Madura memiliki suara cukup besar, maka tak heran Gus Ipul-Puti meluncurkan program khusus berupa dana Rp1 triliun.

"Pemilih Madura suaranya 8 persen itu seksi. Artinya persaingannya kompetitif dan ketat. Sehingga wajar jika semua kandidat memperebutkan suara di Madura. sejauh ini pusat pertumbuhan di luar Madura itu angka kemiskinan, pelayanan kesehatan, dan pendidikan. Menurut saya bagus, insya Allah akan direspon sama masyarakat Madura. Tapi jangan PHP (pemberi harapan palsu), jangan hanya komoditas politik saja," kata Surokim saat berbincang-bincang kepada rilis.id, Kamis (8/2/2018). 

Lebih lanjut, ia mengatakan, suara pemilih Madura juga rentan dimobilisasi khususnya di Sampang dan Bangkalan. Menurutnya, dua daerah tersebut suara pemilihnya masih dipengaruhi oleh tokoh masyarakat. 

"Memang harus diakui peran patron (tokoh masyarakat) masih dominan khususnya area pedesaan itukan tingkat keputusan patron relatif tinggi. Sehingga patron-patron menguasai di Madura. Tipologi masyarakat pedesaan sangat kuat sekali paguyaban. Kalau istilah Jawa manut (ikut) sama patronnya," paparnya.

Sebelumnya, Pasangan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf (Gus Ipul)-Puti Guntur Soekarno meluncurkan, salah satu program andalan berupa Rp1 triliun untuk percepatan membangun Madura atau disingkat Satria Madura.

Menurut Gus Ipul, kucuran tersebut harus dilakukan Pemprov Jatim karena Madura memerlukan sentuhan khusus pembangunan. Sebab IPM (Indeks Pembangunan Manusia) di Madura sampai saat ini masih rendah. Begitu pula dengan kemiskinan masih banyak ditemukan di Madura, mulai dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep.

"Madura memerlukan intervensi, kebijakan dan anggaran khusus jika pembangunan di Madura ingin lebih merata. Kami telah merumuskan program ‘Satria Madura’ yakni Satu Triliun untuk Pulau Madura,” kata Gus Ipul, saat meresmikan posko pemenangan yang diberi nama Rumah Gus Ipul-Puti Guntu Soekarno, di Jalan Gayungsari Barat X Nomor 30 Surabaya, Rabu (7/2) kemarin.

Anggaran khusus Rp1 triliun itu, lanjut pria yang masih menjabat Wakil Gubernur Jatim ini, diperuntukkan peningkatan SDM (sumber daya manusia) dan peningkatan kualitas infrastruktur.

"Selama 9 tahun memimpin Jatim bersama Pakde Karwo, telah tercapai banyak prestasi. Meski begitu, perlu percepatan untuk mengurangi pengangguran, kemiskinan dan kesenjangan dan bidang lain seperti pertanian. Nanti ada 9 agenda prioritas yang akan kita sampaikan,” ungkapnya.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya