Pilgub Jabar Empat Pasang, Siapa Terkuat?
Anonymous
RILISID, — RILIS.ID, Jakarta— Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno menilai, pertarungan pilgub Jawa Barat sangat menarik. Pasalnya, calon gubernur yang muncul tidak ada yang dominan.
Adi menuturkan, ada dua hal yang menentukan dalam kontestasi tersebut. Pertama kekuatan figur, kedua efektivitas mesin partai politik.
"Ini menarik. Dilihat konfigurasi pertarungan ini akan berimbang. Semua paslon tak ada yang dominan. Ini akan menjadi pertarungan kekuatan figur dan mesin partai," kata Adi kepada rilis.id di Jakarta, Minggu (7/1/2018).
Kemungkinan empat pasangan calon gubernur ini akan berlaga merebut dukungan masyarakat Jawa Barat. Keempat pasangan itu adalah Sudrajat-Syaikhu, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi, Ridwan Kamil-UU, dan TB Hasanudin-Anton Charliyan.
Dari sisi ketokohan, kata Adi, Demiz-Demul dianggap memiliki kekuatan lebih dibanding pasangan yang lain. Ditambah pula, keduanya merupakan calon incumbent. Deddy Mizwar saat ini menjabat Wakil Gubernur Jabar, sementara Demul Bupati Purwakarta.
Hanya saja, mesin politik yang menjadi penyokong belum teruji ampuh memenangkan Pilkada Jabar. Meskipun partai pengusung pasangan tersebut punya kursi di DPRD cukup banyak, tapi tak bisa menjamin efektifitas parpolnya.
"Kekuatan figur terletak pada pasangan Demiz-Demul karena keduanya sama-sama incumbent, cuma mesin politiknya belum teruji menang di Jabar," tandas Adi.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
