Peringkat Hanura Jeblok, Oso Tak Percaya Lembaga Survei

Default Avatar

Anonymous

Palembang

28 Juli 2018 19:48 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketum Hanura, Oesman Sapta Odang. FOTO: RILIS.ID
Rilis ID
Ketum Hanura, Oesman Sapta Odang. FOTO: RILIS.ID

RILISID, Palembang — Ketua Umum Partai Hanura, Oesman Sapta Odang, tak mempercayai hasil lembaga-lembaga survei dalam negeri. Hal ini menanggapi perhitungan partainya yang menempati posisi rendah dalam Pemilu 2019.

"Saya tidak percaya hasil survei," katanya, dalam pembekalan bacaleg Partai Hanura Sumatera Selatan, di Palembang, Sabtu (28/7/2018).

Oesman Sapta Odang, atau yang akrab disapa Oso menilai, hasil survei mengenai peringkat partai politik itu hanyalah pesanan. Tujuannya untuk menguntungkan parpol tertentu.

Karena itu, dia menolak hasil survei yang dilakukan, dan telah diumumkan kepada publik. Survei itu tidak sesuai dengan semangat dan soliditas kader bersama pengurus Hanura di lapangan.

"Kalau melihat semangatnya seperti ini, saya perkirakan nomor tiga, malah bisa nomor satu," kata Wakil Ketua MPR itu pula.

Ketidakpercayaan Oso terhadap lembaga survei di dalam negeri bukan tanpa alasan. Hal itu didasari adanya survei yang dilakukan terhadap elektabilitas parpol peserta Pemilu 2019 oleh lembaga survei internasional.

Hasilnya, kata dia, bertolak belakang dengan survei lembaga di dalam negeri. "Angkanya 4,7 persen (elektabilitas Hanura)," katanya.

OSO terkejut dan lebih percaya kepada lembaga survei internasional. Hasil survei lembaga internasional itu menempatkan peringkat Hanura di atas NasDem, PAN, PPP, dan PKB.

Hasil survei lembaga internasional yang memperkirakan suara Hanura sebesar 4,7 persen pada pemilu mendatang itu menempatkan partai ini pada peringkat keenam.

OSO meyakini dan lebih percaya hasil lembaga survei internasional itu. "Lembaga internasional, enggak pake bayar-bayar," katanya lagi.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya