Pengamat Unair: Khofifah-Emil Menang karena Ketokohan yang Kuat
Zulhamdi Yahmin
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pengamat Komunikasi Politik dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Suko Widodo mengatakan, kemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak di Pemilihan Gubernur Jawa Timur versi hitung cepat bukan hanya karena kekuatan koalisi partai politik pengusungnya.
Kemenangan itu, kata Suko, lebih karena ketokohan yang kuat dari Khofifah ketimbang konsolidasi parpol pengusung.
"Kekuatan jaringan organisasi muslimat Khofifah sangat kuat dan loyal," kata Suko kepada rilis.id, Jumat (29/6/2018).
Suko menjelaskan, meskipun paslon Gus Ipul-Puti Guntur diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan PDI Perjuangan yang merupakan pemenang Pemilu 2014 di Jatim, namun pilkada menurutnya memiliki karakter yang berbeda.
Dia menilai, yang menentukan dalam pilkada adalah keterimaan kandidat oleh masyarakat di masing-masing daerah tersebut.
"Jadi pilkada tidak selalu berseiring dengan pileg. Karena yang menentukan adalah faktor personaliti sang kandidat," ujarnya.
Di era reformasi digital ini, imbuh Suko, masyarakat bisa lebih mudah dalam mendapatkan rekam jejak dari para paslon pilkada. Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat menentukan sikapnya sendiri tanpa pengaruh dari parpol.
"Faktor akses informasi membuat publik punya rujukan untuk menilai dan bersikap. Kemudian dari debat, publik bisa menilai kapasitas kandidat," paparnya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
