Pengamat Nilai Jokowi Tak Serang Pribadi Prabowo, tapi...

Sukma Alam

Sukma Alam

Kupang

19 Februari 2019 12:31 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID

RILISID, Kupang — Pengamat komunikasi politik dari Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang Mikhael Bataona menilai pernyataan Jokowi soal HGU lahan di Aceh dan Kalimantan yang dimiliki Prabowo bukan menyerang pribadi capres bersangkutan.

"Di Amerika Serikat, pada pilpres 2 tahun silam, Donal Trump menyerang Hillari Clinton soal dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh suaminya, mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton," kata Mikhael Bataona, Selasa (19/2/2019).

Ia mengemukakan hal itu berkaitan dengan adanya tuduhan terhadap Capres RI Joko Widodo yang menyerang pribadi Prabowo dalam panggung debat capres, Minggu (17/2) malam.

Joko Widodo dilaporkan ke Bawaslu atas tuduhan pelanggaran pemilu karena dianggap menyerang pribadi Capres RI Prabowo Subianto saat debat putaran kedua.

Pelapor adalah Tim Advokat Indonesia Bergerak (TAIB). Mereka menuding Jokowi menyerang pribadi Prabowo dengan menghina yang bersangkutan ketika debat.

Tudingan itu mengacu pada pernyataan Jokowi di forum debat kedua capres yang menyebut kepemilikan lahan Prabowo di Kalimantan Timur dan Aceh Tengah.

Mikhael Bataona menyinggung kembali soal Bill Clinton. Hal privasi dan sangat sensitif ini justru diterima sebagai hal yang wajar.

"Mengapa? Karena dalam negara yang menganut sistem demokrasi, setiap file dan rekam jejak seorang pemimpin harus dibuka ke publik," kata pengajar pada fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unwira itu.

Publik kata dia, wajib mengetahui, seperti apa jejak-jejak masa lalu dan file-file tentang karier calon pemimpinnya itu.

"Jokowi menyampaikan soal HGU Lahan di Aceh dan Kalimanta yang dimiliki oleh Prabowo bukan menyerang soal rumah tangga Prabowo," kata Mikhael Bataona.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya