Pemilik Gudang Atribut Arinal-Nunik Mangkir Panggilan Panwaslu

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

29 Mei 2018 09:01 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman
Rilis ID
Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah. FOTO: RILISLAMPUNG.ID/Taufik Rohman

RILISID, Bandarlampung — Panitia pengawas pemilu (Panwaslu) Kabupaten Lampung Utara sejatinya Senin (28/5/2018) memanggil Ruslan efendi Pemilik gudang logistik atribut kampanye Arinal-Nunik. Namun, Ruslan Efendi yang juga anggota DPRD Lampung Utara itu tidak memenuhi panggilan Panwaslu. 

"Tadi dia (Ruslan efendi) gak datang, gak ada keterangan juga dia tidak hadir, " kata Ketua Panwaslu Lampung Utara, Zainal Bahtiar, Via Whatsappnya, Senin (28/5/2018). 

Menurutnya, Selasa (29/5/2018) akan dilakukan klarifikasi kembali terhadap Ruslan efendi, karena tadi hingga sore tidak hadir. "Panggilan keduanya untuk diklarifikasi masalah gudang logistik atribut kampanye milik pasangan Arinal-Nunik," tegasnya. 

Sedangkan Ketua Bawaslu Lampung Fatikhatul Khoiriyah, mengaku saat ini pihaknya terus mendalami penemuan gudang logistik atribut kampanye milik pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut 3 Arinal-Nunik di kediaman atau gudang Ruslan Efendi, anggota DPRD Golkar Lampung Utara yang berupa Ribuan Sarung dan Jilbab serta Stiker. 

"Terkait uang didalam mobilnya pemilik gudang itu tidak ada bahan kampanyenya disitu, dan uangnya gak seberapa. Tapi ini tetap akan kita klarifikasi juga," kata Khoir.

Khoir menjelaskan bahwa Adanya Nusron Wahid yang diberitakan di beberapa media terciduk, perlu diluruskan, itu juga kurang tepat bahasanya, bahwa saat itu Panwaslu Lampura sudah berada di lokasi lebih dahulu, dibandingkan Nusron Wahid.

"Kemudian mendengar gudang ada ramai ramai, pemilik gudang Ruslan Efendi dan Nusron Wahid yang saat itu sedang dalam perjalanan menuju Lampung Barat dan singgah ke tempat Ruslan Efendi, kemudian mengecek ke gudang," jelasnya. 

Terkait adanya Nusron Wahid di lokasi, Itu masalah internal mereka antar sesama orang partai Golkar dan pihaknya tidak mau tahu urusan mereka. 

"Kemudian Kenapa kami tidak menanyakan kehadiran Nusron Wahid disitu, karena memang itu bukan sedang dalam kampanye, jadi kami tidak perlu menanyakan apakah yang bersangkutan sedang cuti atau bukan, sehingga kami kira itu tidak perlu ditanyakan kepada Nusron Wahid, " jelasnya. (*)

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya