PDIP Sebut Tawaran Tinggi Demokrat Persulit Gabung Koalisi Jokowi
Nailin In Saroh
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno menilai, sulitnya Partai Demokrat bergabung ke koalisi Jokowi lantaran adanya pengajuan tawaran yang terlalu tinggi.
Bisa jadi, kata dia, ekspektasi Partai Demokrat kelewat besar sebagai sedimen atau sindrom sebagai partai terbesar di masa lalu.
"Berkoalisi harusnya mengedepankan komitmen, jangan membuat syarat-syarat awal kalkulatif-transaksional," ujar Hendrawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (25/7/2018).
Hendrawan juga mengaku, tak sependapat dengan anggapan tidak diterimanya Partai Demokrat ke koalisi Jokowi karena terganjal hubungan Megawati Soekarnoputri dengan SBY.
"Kami juga jadi bertanya-tanya, komplikasi batin seperti apa yang sedang berkecamuk di tubuh Demokrat. Soalnya memang trust dan respect harus dibangun dengan komitmen dan niat tulus. Jadi hulunya niat tulus, bukan niat mengelabui atau akal-akalan," tukasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan sulit bagi pihaknya untuk menjalin koalisi dengan kubu Joko Widodo.
SBY lantas menjajaki komunikasi dengan lawan Jokowi, Prabowo Subianto dengan pertemuan di kediamannya pada Selasa, 24 Juli kemarin malam.
Dalam jumpa pers, SBY menyatakan bahwa pihaknya sudah berkomunikasi dengan Jokowi. Tapi, ia menyadari bahwa adanya halangan atau hambatannya.
"Saya menjalin komunikasi dengan Jokowi hampir setahun untuk menjajaki kemungkinan kebersamaan dalam pemerintahan. Jokowi juga berharap Demokrat bisa di dalam, tapi saya sadari banyak sekali rintangan dan hambatan menuju koalisi itu," ujar SBY.
"Tidak perlu saya sampaikan secara detail. Koalisi terbangun jika iklim baik, kesediaan berkoalisi juga ada, mutual trust dan respect dan lain-lain," sambungnya
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
