Narasi Politik Prabowo Diminta Lebih Konkret
Budi Prasetyo
Surabaya
RILISID, Surabaya — Pengamat politik dari Universitas Trunojoyo, Mochtar W Oetomo, menyarankan agar tim Prabowo Subianto-Sandiaga Uno merubah narasi politiknya dalam kampanye Pemilihan Presiden 2019.
"Kalau seperti ini terus saya kira berat, Prabowo-Sandi harus menggunakan narasi yang konkrit dan kontekstual," katanya pada Senin (14/10/2018).
Dia mengatakan, Prabowo-Sandi harus fokus intuk memecahkan masalah rakyat kecil. Misalnya saja, kata Mochtar, mengangkat tema kemandirian pangan, dan isu ekonomi mikro yang menyentuh masyarakat dan menjadi problem masyarakat.
"Jangan hanya mengkritik tetapi tidak menyediakan alternatif. Harus segera berubah misalkan kalau kedaulatan pangan itu seperti apa. Misalkan mengkritik soal harga sembako yang tinggi terus solusi kongkrit seperti apa," tegasnya.
Mochtar menyooroti banyaknya statemen dan isu yang dibangun tetapi justru hal itu kontraproduktif. Imbasnya, justru menjadi negatif bagi elektabilitas Prabowo-Sandi.
"Misalkan isu PKI kan sudah tidak relevan dengan situasi masyarakat yang sekarang dan itu justru menjadi efek negatif," pungkasnya.
Sementara itu, Presiden Jokowi juga berpesan agar kontestasi politik ini tidak diikusertakan isu-isu yang saling menjatuhkan dan menimbulkan kegaduhan serta permusuhan.
"Memang kontestasi akan diikuti dengan kompetisi dan rivalitas. Akan tetapi, kompetisi dan rivalitas harus dibangun di atas fondasi yang tidak saling menjatuhkan, kontestasi tidak perlu menimbulkan kegaduhan dan permusuhan, kebencian, kedengkian, tidak saling mencela, dan tidak harus saling memfitnah," kata Jokowi seperti dilansir Antara dalam orasi ilmiah di UKI, Jakarta.
Menurut Jokowi, kontestasi dalam pemilihan umum, baik pemilihan kepala daerah maupun pemilihan umum presiden, tidak boleh menimbulkan kerusakan dan mengorbankan fondasi sosial kebangsaan Indonesia, yaitu stabilitas keamanan, toleransi, dan persatuan.
Ia menegaskan, pemilihan itu tidak boleh merusak fondasi ekonomi, seperti kepercayaan internasional serta kenyamanan dalam berusaha dan bekerja.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
