Moeldoko Dinilai Lebih Aman Dampingi Jokowi

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

16 Juli 2018 08:44 WIB
Elektoral | Rilis ID
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief (kanan) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/6/2018). FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin
Rilis ID
Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) bersama Ketua Badan Pengurus Lazismu Hilman Latief (kanan) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/6/2018). FOTO: RILIS.ID/Zulhamdi Yahmin

RILISID, Jakarta — Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko dinilai akan lebih aman sebagai calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada Pemilu Presiden 2019 karena lebih diterima oleh partai-partai koalisi.

Peneliti pada Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Aji Al Farabi, mengatakan hal itu ketika dihubungi melalui telepon selulernya di Jakarta, Senin (16/7/2018).

Menurut Aji Al Farabi, Moeldoko yang berlatar belakang militer dan pernah menduduki jabatan Panglima TNI adalah representasi profesional sehingga tidak menghadapi resistensi dari partai-partai politik koalisi pendukung Joko Widodo.

Menurut Aji, kelebihan Moeldoko adalah memiliki kedekatan dengan Presiden RI Joko Widodo dan saat ini mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan Kepala Staf Presiden (KSP) yang merupakan jabatan strategis di lingkungan istana.

"Jika dipilih sebagai cawapres, Moeldoko dapat mengimbangi kompetitor Jokowi pada Pemilu Presiden 2019," katanya.

Aji menjelaskan bahwa kompetitor Joko Widodo pada Pilpres 2019 adalah Letjen TNI (Purn.) Prabowo Subianto yang berlatar belakang militer dan pernah menduduki jabatan sebagai Panglima Komando Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) atau mungkin Jenderal (Purn.) Gatot Nurmantyo mantan Panglima TNI.

"Moeldoko yang berlatar militer dapat mengimbangun kompetitor Jokowi yang juga militer," katanya.

Ketika ditanya, jika Joko Widodo memilih Moeldoko sebagai cawapres apakah elektoralnya akan naik secara signifikan? Menurut Aji, popularitas Moeldoko masih rendah sehingga tidak meningkatkan elektabilitas capres Joko Widodo secara signifikan.

"Moeldoko perlu melakukan pengenalan diri ke publik secara intensif untuk dapat meningkatkan popularitasnya," katanya.

Sebelumnya, hasil survei LSI Denny JA yang dipublikasikan di Jakarta, Selasa (10/7), menyebutkan, elektabiltas capres Joko Widodo adalah 49,3 persen atau naik 3,3 persen dari sebelumnya 46,0 persen pada bulan Mei.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya