Mahfud vs Cak Imin, Jokowi Bakal Pilih Siapa?
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Sejumlah nama bakal cawapres Jokowi terus mengerucut. Sedikitnya, yang paling banyak menyita perhatian publik adalah figur Mahfud MD dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
Kalau mengacu pada survei The Initiative Institute, tingkat keterpilihan mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud lah yang tertinggi.
"Elektabilitas Mahfud sebagai cawapres capai 70,6 persen," kata CEO The Initiative Institute, Airlangga Pribadi di Jakarta, kemarin.
Alasannya, karena banyak yang menganggap Mahfud sebagai figur yang bisa merepresentasikan kestabilan politik.
Menurut Airlangga, figur mantan menteri di era Gus Dur ini memiliki modal politik yang mampu meredam konflik di kalangan masyarakat.
"Mahfud itu dekat dengan dua kelompok masyarakat, yang berbasis nasionalis dan berbasis Islam. Jadi, dia figur yang bisa mendukung kestabilan politik," jelas dia.
Airlangga berpendapat faktor intelektualitas serta bebasnya Mahfud dari kepentingan partai politik, menjadi beberapa alasan angka keterpilihannya tinggi.
Selain Mahfud, nama-nama yang lain yang juga menjadi kandidat terkuat antara lain, Sri Mulyani, Chairul Tanjung, Anies Baswedan, dan Gatot Nurmantyo.
Di satu sisi, ada satu nama yang dinilai juga memiliki potensi menjadi cawapres Jokowi. Adalah Cak Imin yang berbasis dari kalangan parpol, juga Ketum PKB.
"Ancaman berat bagi Jokowi jika tidak mengambil Cak Imin," kata Rektor Universitas Negeri Makassar (UNM), Prof Husain Syam.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
