Kunjungi PBNU, Prabowo Pengin Punya Cawapres yang Dekat dengan NU
Anonymous
Jakarta
RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, menyatakan akan memilih calon wakil presiden (cawapres) yang bisa diterima kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
"Saya tidak mungkin memilih cawapres yang tidak diterima oleh NU," kata Prabowo ditirukan Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas di Jakarta, kemarin.
Ia juga menjelaskan bahwa komitmen NU terhadap bangsa dan Islam yang damai tidak diragukan. Maka itu, ia merasa bangga dengan ormas Islam terbesar ini.
Sebelumnya, Prabowo berkunjung ke PBNU pada Senin, 16 Juli kemarin. Di sana, ia bertemu dengab Ketum PBNU, Said Aqil Siroj, Wakil Ketua Umum Mashum Mahfoedz, Ketua PBNU Marsudi Syuhud, Robikin Emhas, Eman Suryaman, dan Jenderal Helmy Faisal Zaini.
Kiai Said Aqil juga menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan sekaligus apresiasi Prabowo kepada NU.
Menurut dia, kedatangan Prabowo ke PBNU untuk bersilaturahim, bukan untuk politik praktis.
"Guna menjalin silatul afkar atau tukar pemikiran. Syukur-syukur bisa menjadi silatul amal (kerja sama)," katanya.
Dalam pertemuan itu, Kiai Said Aqil juga menegaskan sikap PBNU yang selalu berada di jalur konstitusi yang sah, termasuk terkait dengan pemerintahan.
Menurut dia, NU mempunyai pengalaman pahit ketika tokoh NU KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) dijatuhkan dari kursi kepresidenan tanpa kesalahan yang jelas.
"Sangat pahit punya presiden diturunkan di tengah jalan dengan kesalahan yang tidak berdasar," katanya.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
