Koalisi Prabowo-SBY, Gerindra: Tidak Ada yang Perlu Didamaikan

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

9 Agustus 2018 07:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.
Rilis ID
Ketum Gerindra, Prabowo Subianto. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILISID, Jakarta — Sekretaris Jendral Partai Gerindra, Ahmad Muzani, membenarkan kalau ketum partainya, Prabowo Subianto akan menemui Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di kediaman SBY, kawasan daerah Kuningan, Jakarta pada Kamis (9/8/2018) pagi.

"Saya tegaskan tidak ada perang dan tidak ada yang perlu didamaikan. Rencananya besok pagi Prabowo akan berjumpa dengan SBY di kediamannya," kata Muzani di kediaman Prabowo, Jakarta, Rabu, 8 Agustus kemarin malam.

Dia mengatakan, pertemuan keduanya untuk membicarakan kelanjutan dari koalisi yang telah dirintis selama ini, karena ada komunikasi yang terputus.

Menurut dia, komunikasi yang terputus itu menyebabkan adanya pemahaman yang lompat dalam proses koalisi, sehingga terjadi distorsi informasi.

"Apa yang lompat bahwa Prabowo menjelaskan di dalam surat yang disampaikan. Selama ini Gerindra sudah menjalin komunikasi yang baik dengan PKS dan PAN, juga menjalin komunikasi yang baik dengan ulama, kiai dan para habib," ujarnya.

Dia menjelaskan, Prabowo dalam surat itu adalah mendiskusikan tentang akan mengambil keputusan karena dalam pertemuan sehari sebelumnya, SBY mengatakan bahwa soal calon wakil presiden diserahkan sepenuhnya kepada Prabowo sebagai calon presiden.

Menurut dia, surat itu adalah pemikiran Prabowo kepada SBY yang dikirimkan pada Selasa, 7 Agustus malam lalu.

"Inilah kira kira yang akan didiskusikan Prabowo dengan SBY, supaya kelanjutan koalisi ini bisa berhasil. Karena Kamis malam kita tunggu wakil presidennya Prabowo akan segera kita umumkan," katanya.

Selain itu, Muzani mengatakan, terkait pernyataan Wakil Sekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menyebutkan bahwa Prabowo jenderal kardus, itu merupakan hal biasa karena dalam setiap perjuangan selalu saja ada distorsi.

Hal itu, menurut dia, karena harapan terlalu tinggi, lalu tiba-tiba mendengar ada realitas harapan yang tidak sesuai, tentu akan ada yang kaget, dan mengungkapkan sesuatu pernyataan yang lompat.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya