Ketika Elite Partai Berkelakar soal Cawapres

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

25 April 2018 06:17 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

Ketua Umum GP Ansor Yoqut Cholil Coumas dalam sambutanya ikut angkat bicara soal kelakar cawapres ini.

Ia mengungkapkan, Romahurmuziy diundang bukan dalam kapasitasnya sebagai Ketua Umum PPP atau bakal cawapres, melainkan sebagai cucu pendiri GP Ansor KH Wahab Hasbullah.

"Gus Romi kita undang bukan karena Ketua Umum PPP, apalagi sebagai cawapres, tapi diundang karena beliau cucu pendiri GP Ansor. Tapi tentu saja fakta Gus Romi adalah Ketua Umum PPP dan cawapres, itu tidak bisa kita ingkari," kata Yoqut Cholil.

Yoqut lantas menegaskan, GP Ansor sebenarnya turut mengundang Cak Imin. Tetapi, kata dia, pembicaraan GP Ansor dengan Cak Imin soal cawapres sudah jelas.

Saat ini, menurut dia, tinggal pembicaraan antara GP Ansor dengan Romi yang perlu diperjelas.

Sementara soal kesamaan warna jas yang disinggung Romi, Yoqut yang secara pribadi mendukung Cak Imin sebagai cawapres 2019 itu berseloroh, "Warna jas Ansor dan PPP itu isyarat, tapi saya tidak berani mempromosikan PPP lebih jauh, karena ada Pak Sekjen PKB Abdul Kadir Karding." 

Yoqut kemudian meluruskan pernyataan Wasekjen PDIP Ahmad Basarah, hanya Romahurmuziy cawapres yang ada di acara itu. Yoqut mengatakan sejatinya ada dua cawapres yang hadir, yakni Romahurmuziy dan dirinya sendiri.

Yoqut belum lama ini masuk nominasi salah satu bakal cawapres yang diusulkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Di sini saya juga cawapres, diusulkan PSI. Dalam sejarah 84 tahun, baru kali ini ada kader GP Ansor dicalonkan partai politik sebagai cawapres," pungkas Yoqut.

Menampilkan halaman 2 dari 2
Prev

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya