Kalau Jokowi dan Prabowo Duduk Bareng, Tensi Politik Dinilai Bisa Lebih Adem
Anonymous
Jakarta
"Sebab sudah hampir lima tahun masyarakat kita terbelah dalam dua kubu yang berseberangan terkait perbedaan pilihan presiden. Berbagai kampanye hitam, penghinaan, ujaran kebencian dan persekusi dilakukan kedua belah pihak, hingga penyebutan istilah yang menistakan begitu meluas di media massa," katanya.
Dalam konteks demokrasi dan hak asasi manusia, katanya lagi, penyampaian pendapat dalam bentuk apa pun adalah sah dan dijamin oleh konstitusi.
Namun jika hal tersebut telah sampai membuat masyarakat terbelah dalam dua kubu yang saling berseberangan yang rawan untuk timbul konflik horizontal, maka dibutuhkan tokoh yang mempersatukan masyarakat untuk saling menghargai, saling menghormati kedua belah pihak.
"Sebab tensi politik yang sudah demikian tinggi diharapkan dapat diturunkan, dan kita memerlukan ketokohan para pemimpin bangsa untuk menurunkan tensi politik dan menurunkan suhu politik yang kian memanas ini," katanya pula.
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
