KPU Lakukan Ini untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Default Avatar

Anonymous

Bandarlampung

21 Desember 2018 18:38 WIB
Elektoral | Rilis ID
Komisioner KPU Lampung Antoniyus Cahyalana. FOTO: RILISLAMPUNG.ID
Rilis ID
Komisioner KPU Lampung Antoniyus Cahyalana. FOTO: RILISLAMPUNG.ID

RILISID, Bandarlampung — KPU Provinsi Lampung diberikan pekerjaan rumah untuk meningkatkan partisipasi pemilih pada pemilu 17 April 2019 mendatang.

Karena secara nasional, tingkat partisipasi pemilih Pemilu 2019 ditarget 77,5%. Untuk merealisasikan hal itu tentu saja bukan hanya menjadi tugas peserta pemilu, namun juga KPU sebagai penyelenggara pemilu hingga jajaran bawah dituntut kerja keras tingkatkan partisipasi pemilih.

“Langkah yang sudah dilakukan untuk mengejar itu kan banyak hal. Terutama sosialisasi, perbaikan mata pilih ini juga mempengaruhi. Kemudian kami juga telah melakukan kerja sama dengan stakeholders dalam rangka meningkatkan partisipasi pemilih ini,” ujar Komisioner KPU Lampung Antoniyus Cahyalana, via WhatsAppnya, Jumat (21/12/2018).

Mantan Komisioner KPU Tanggamus ini menyebutkan bahwa sosialisasi yang dilakukan KPU selama ini menyasar pada kelompok muda dengan kisaran usia 17 hingga 40 tahun melalui program KPU goes to campus dan KPU goes to school.

"Selain itu juga menyasar kaum perempuan dan disabilitas," ungkapnya.

Menurutnya, apabila dibandingkan dengan perhelatan Pilgub Lampung yang lalu,  masih banyak pekerjaan rumah dalam meningkatkan partisipassi pemilih. Misalnya saja di Tulangbawang hanya 66,30%, Lampung Timur 68,50%, di Metro 68,80%. Meskipun di Lampung Utara cukup tinggi 75,40% dan di Tulangbawang Barat mencapai 78,20%.

KPU Kabupaten/Kota juga harus menggunakan kegiatan sosialisasi dengan seobjektif mungkin dalam menggaet suara pemilih. Terutama di daerah yang rendah.

“Misalnya terkait mata pilih, artinya banyak di data orangnya tidak disana lagi tapi kan kami tetap mendata ini. Tapi sekarang data sudah baik,” sebutnya.

Ditambahkan anggota KPU Lampung Ahmad Fauzan bahwa pihaknya terus melakukan upaya dengan se kreatif mungkin agar masyarakat dapat secara sadar mau menyalurkan aspirasi hak pilihnya dalam pemilu.

"Karena dorongan itu harus dimulai juga dari pribadinya sendiri, kemudian kita sebagai penyelenggara juga terus upaya agar partisipasi pemilih dalam pemilu itu sesuai yang ditargetkan nasional," tegasnya.(*)

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Unknown
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya