Jokowi Tulus Ajak SBY Bergabung, tapi...

Default Avatar

Anonymous

Jakarta

26 Juli 2018 10:30 WIB
Elektoral | Rilis ID
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. FPTO: RILIS.ID
Rilis ID
Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono. FPTO: RILIS.ID

RILISID, Jakarta — Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengatakan dirinya merasakan ketulusan Presiden Joko Widodo mengajak Partai Demokrat bergabung dalam koalisi pemerintahan.

"Sungguh saya merasakan ketulusan pak Jokowi untuk mengajak Partai Demokrat, tapi saya mengetahui tanpa harus saya sampaikan sumbernya, memang tidak terbuka jalan ke sana," ujar SBY, dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (26/7/2018) malam.

Ia kemudian menjelaskan bahwa perlunya kesepakatan seluruh parpol koalisi Jokowi bila ingin Demokrat masuk ke dalamnya. Inilah, dikatakannya, tidak mudah untuk bergabung.

"Kurang lebih (pernyataannya) kalau partai politik di sana, maksudnya kami-kami ini, gagal dan ingin bergabung ke pak Jokowi, harus disepakati oleh semua partai koalisi. Saya ini orang tua, saya mengerti maksudnya," ujar SBY pula.

SBY mengatakan, hal itu merupakan satu hal hambatan Demokrat bergabung, disamping adanya satu-dua informasi lain.

Presiden RI keenam itu menegaskan, pihaknya menghormati Jokowi, namun jalan untuk berkoalisi tidak terbuka. Makanya, di waktu yang tersisa sebelum pendaftaran capres-cawapres Demokrat harus menentukan jalan lain, yakni cari koalisi lain.

"Undang-undang tidak memungkinkan partai untuk tidak mengusung capres. Kalau dulu boleh. Tapi, sekarang bisa kehilangan hak di pemilu berikutnya. Kami pun sudah menyepakati sejak dulu untuk mengusung capres di Pilpres 2019," kata SBY.

Atas dasar itu, Demokrat melakukan penjajakan dengan Gerindra dan partai politik lain untuk membangun koalisi pilpres.

"Itu lah jawaban utuh saya. Sehingga kalau teman-teman dengar statement bung Romi, Ketua Umum PPP, seolah-olah SBY tidak jadi koalisi dengan pak Jokowi lantaran cawapres tidak diwadahi, saya katakan salah, saya berharap bung Romi hati-hati mengeluarkan statement," kata SBY pula.

Menampilkan halaman 1 dari 1

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: RILIS.ID
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya