Jelang Pilkada, PWI Mesuji Kupas Visi Misi Bacalon Bupati, Ini yang Diundang
Juan Santoso Situmeang
Mesuji
RILISID, Mesuji — Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 27 November 2024 mendatang, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Mesuji mengundang para bakal calon bupati di Bumi Ragab Begawe Caram untuk menyampaikan visi misinya di Kantor Sekretariat PWI Mesuji di Brabasan, Tanjung Raya.
Diadakannya acara tersebut, kata Ketua PWI Mesuji, Apriadi, Rabu (17/7/2024), merupakan bentuk tanggungjawab moral dan intelektual dari organisasi pers tertua di Indonesia itu bagi Kabupaten Mesuji, agar melahirkan pemimpin yang memiliki visi misi memajukan dan mensejahterakan masyarakat kabupaten tersebut.
Karena, kata Apri, pemilu lalu, terutama pemilihan anggota legislatif, sangat masif terjadi politik transaksional.
"Kita semua mendengar, bagaimana money politik begitu masif. Tapi semua itu terjadi karena kurang dan minimnya informasi terkait visi misi para calon," ungkapnya.
Oleh karena itu, agar meminimalisir politik uang, jelas Apri, PWI Mesuji memberi ruang bagi para bakal calon bupati untuk menyampaikan visi misinya.
Kemudian, usai penyampaian visi misi, seluruh anggota PWI Mesuji akan mempublikasikan melalui media masing-masing agar konstituen di Mesuji memahami dan mengerti program unggulan yang ditawarkan untuk membangun Kabupaten Mesuji.
"Sehingga nanti, pemilih itu memutuskan memilih calon bupati bukan karena uang tapi visi misi dan integritasnya, " jelas Apri.
Terakhir, dengan adanya penyampaian visi misi itu, kelak jika salah satu bakal calon itu terpilih, publik bisa menagih janji karena sudah pernah dipublikasikan di media massa.
Ditambahkan Panitia Pelaksana, Rangga Chaniago, acara tersebut akan dikemas dengan judul Kupas Visi Misi Bakal Calon Bupati Mesuji Periode 2024-2029.
"Sampai saat ini kita sudah undang 7 bakal calon bupati di Mesuji. Alhamdulillah, beberapa sudah konfirmasi akan datang," katanya.
Pilkada serentak
27 November
calon bupati
kabupaten Mesuji
"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"
