Indo Barometer Jamin Hasil KPU Tak Jauh Beda dengan 'Quick Count' Jabar

Nailin In Saroh

Nailin In Saroh

Jakarta

29 Juni 2018 22:09 WIB
Elektoral | Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman
Rilis ID
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supartman

RILISID, Jakarta — Direktur Eksekutif Indo Barometer M. Qodari menjamin hasil quick count yang dilakukan lembaga surveinya pada Pilgub Jawa Barat 27 Juni lalu, tak akan jauh berbeda dengan hasil real count KPU. 

Hal ini lantaran banyaknya persepsi ada salah satu paslon yang yakin, hasil hitung cepat akan berubah dalam perhitungan resmi KPU. Rencananya, KPU selesai rekapitulasi suara pada 9 Juli.

Qodari yakin tidak jauh berbedanya hasil hitung cepat dan rekapitulasi KPU paralel didasarkan pengalaman Pilkada Jabar 2013. Di 2013 itu, kata dia, sejumlah lembaga survei juga mengadakan hitung cepat dan ternyata hasilnya juga mirip satu dengan yang lain.

"Itu membantah berita yang tersebar di Sosmed, quick count lembaga survei di 2013 mengunggulkan pasangan Rieke-Teten Masduki dan berbeda dengan hasil akhir KPU Jabar," ujar Qodari kepada wartawan di Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Ia menuturkan, dalam hitung cepat Indo Barometer Pilgub Jabar 2013, pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar unggul dengan perolehan 32,38 persen. Sementara pesaing terdekatnya yakni Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendapat 27,18 persen.

Selisih mereka 5,2 persen. Di antara lima lembaga survei, selisih paling besar antara Aher-Demiz dan Rieke-Teten ada pada Lembaga Survei Indonesia yakni 5,84 persen (Aher-Deddy 33,21 persen dan Rieke-Teten 27,37 persen).

Adapun selisih terkecil ada di SMRC 3,31 persen, yakni Aher-Deddy 32,38 persen sementara Rieke-Teten 29,07 persen.

Hasil akhir real count KPUD Jabar lima tahun lalu tak jauh berbeda. Ahmad Heryawan-Dedy Mizwar mendapatkan 32,39 persen suara sedangkan Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendulang 28,41 persen suara.

Selisih persentase suara kedua paslon adalah 3,98 persen. Adapun selisih suara riil adalah 800.316 suara (Heryawan-Dedy Mizwar 6.515.313 suara dan Rieke-Teten 5.714.997 suara).

Dari pengalaman itu, Qodari yakin, hitung cepat lembaga survei di Pilgub Jawa Barat 2018 tak akan jauh berbeda dengan hasil rekapitulasi KPU pada 9 Juli nanti.

Menampilkan halaman 1 dari 2
Next

Follow WhatsApp Channel

rilis.id

Dapatkan update berita terbaru setiap hari langsung dari kami.

Editor: Elvi R
Tag :

"Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas tanpa seizin redaksi"

Share
Berita Lainnya